oleh

5 Modul Untuk Modifikasi FPU Jangkrik Siap Dipasang

Jakarta, Energindo — “Kami mengucapkan selamat dan menyampaikan penghargaan kepada Eni East Sepinggan Ltd. dan PT. Saipem selaku kontraktor atas pencapaian milestone yang sangat penting ini. Meskipun pandemi tengah melanda seluruh negeri, kita dapat menyelesaikan proses fabrikasi, konstruksi dan modifikasi modul secara tepat waktu tanpa ada kecelakaan kerja,” kata Deputi Operasi SKK Migas, demikian ungkap Julius Wiratno dari keterangan resmi SKK Migas.

Julius menambahkan, pengiriman modul utama yang akan digunakan untuk memodifikasi Floating Production Units (FPU) Jangkrik dalam rangka pengembangan Lapangan Merakes. Kelima modul ini dengan berat total kurang lebih 1.500 ton ditargetkan akan dipasang saat planned shutdown FPU Jangkrik pada pertengahan Januari 2021.

“Kami upayakan pemasangan juga berjalan tepat waktu sehingga target start-up gas dari Lapangan Merakes dapat terlaksana pada kuartal pertama tahun 2021 (Q1 2021),” ujarnya.

Lapangan Merakes akan dikembangkan dengan memanfaatkan kemampuan operasional dan kapasitas produksi FPU Jangkrik yang tersisa, dimana konsepnya adalah melakukan penyambungan jalur bawah laut (subsea tie-back) ke FPU Jangkrik yang mengolah gas dan kondensat dari 5 (lima) sumur produksi. Kemudian gas dan kondensat yang telah diolah tersebut dikirim dari FPU Jangkrik melalui pipa ekspor bawah laut ke ORF (Onshore Receiving Facility) Jangkrik dan kemudian dialirkan ke sistem perpipaan gas di Kalimantan Timur.

“Ini menunjukkan kemampuan engineering dan inovasi insan hulu migas untuk mengoptimalkan setiap potensi yang ada sehingga menjadi modal yang kuat untuk melakukan inovasi-inovasi fasilitas produksi migas yang lain agar kemampuan produksi dapat ditingkatkan dan menjadi tulang punggung pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD gas di tahun 2030,” ungkap Julius.

Adapun gas dari Lapangan Merakes akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan suplai gas di pabrik gas di Bontang, baik untuk kebutuhan domestik antara lain Pupuk Kaltim (PKT), Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badak LNG sehingga memberikan kepastian pasokan kebutuhan gas untuk industri dalam mendukung kebijakan pemerintah yang telah menempatkan hulu migas sebagai modal pembangunan dan penggerak industri nasional.

“Sementara sebagaimana diketahui bersama, bahwa pasokan gas di Kalimantan Timur sedang mengalami penurunan produksi sehingga kita memerlukan sumber suplai gas yang baru. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya suplai gas baru dari Lapangan Merakes akan membantu meningkatkan produksi gas baik secara lokal maupun nasional,” terang Julius.

Dengan keberhasilan semua target ini, dikatakan Julius, diharapkan melalui produksi gas dari Lapangan Merakes dapat membantu upaya SKK Migas dalam mencapai target produksi serta mencukupi kebutuhan gas nasional. “Hal ini tentunya patut menjadi contoh bagi proyek-proyek konstruksi hulu migas strategis nasional pada laut dalam berikutnya di Indonesia,” pungkasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed