oleh

Ada Agenda “Terselubung” Dibalik Isyu Avtur Pertamina?

 

Mencuatnya isyu harga avtur belakangan ini, dicurigai oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), merupakan agenda terselubung yang dihembuskan oleh”pemburu rente”  dimana sejak lama ingin ikut bermain bermain avtur namun dengan cara-cara yang tidak baik.

“Kita menduga isyu ini bukan hanya berasal dari pihak yang selama ini berhubungan dengan avtur Pertamina. Tapi ada juga lingkaran luar yaitu para pemburu rente. Isyu ini sebenarnya udah terjadi sejak tahun 2015 dimana kita sempat mengancam jika terus menerus didiskriditkan maka teman-teman pekerja di Surabayaakan  stop pasok avtur. Modus ini juga hampir sama ketika dulu ada yang mengatakan avtur Pertamina mengandung air namun akhirnya tidak terbukti, “kata Presiden FSPPB, Arie Gumilar, kepada media, di Cengkareng (17/1).

Dan tahun ini, lanjutnya, mereka coba menggunakan isyu avtur lewat aparat terkait. Tujuanya tak lain ingin menggerus dan menggerogoti bisnis avtur yang selama ini hampir semuanya dikuasai Pertamina. Jika agenda ini berhasil maka nanti tiba-tiba ada avtur lain yang ikutan bermain di Indonesia.

“Nanti pemburu rente ini akan jadikan kambing hitamnya adalah avtur kita.  Saya berharap Pemerintah lindumgi kita dari pemburu rente ini karena Pertamina adalah BUMN yang 100% sahamnya milik Negara. Harusnya dibela,” imbuhnya.

Namun selain itu, jelasnya, kepada pihak user yang  mengatakan bahwa avtur Pertamina lebih mahal dibandingkan dengan Negara lain. Hendaknya mereka bisa “berkaca” dan menganalisa dengan cermat dengan tidak membandingkan dengan cara apple to apple saja.

“Kalau kata mereka dibandingkan kurs dollar Amerika, bisa dibandingkan kurs Dollar Singapura terhadap Dollar Amerika dan juga Rupiah terhadap Dollar Amerika. Ini juga harus dicermati perbandingannya kurs_nya berapa?” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk Negara kepulauan yang sangat luas, harga avtur Pertamina masih sangat kompetitif  dan masih level menengah. Harga ini menggunakan mekanisme yang sudah disepakati bersama dalam kontrak untuk jangka waktu tertentu dengan mengacu pada harga minyak Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS).

Justru yang harus dipertanyakan, ujar dia, kenyataan yang terjadi dalam setahun terakhir ini adalah harga avtur tercatat pada kisaran harga pada level yang paling murah sampai sekarang. Artinya, seharusnya harga tiket pesawat turun, bukan justru malah naik. Jadi,  kalau ada yang mengatakan bahwa naiknya harga tiket pesawat untuk masyarakat karena harga avtur ini adalah pembohongan publik, bahkan ini bisa termasuk menyebarkan hoaks di masyarakat.

“Terakhir kepada pihak yang memang mau mengusik avtur Pertamina, cobalah berkaca pada  inefisiensi dan mismanajemen yang terjadi pada perusahaan itu sendiri seperti yang sering kita baca di media,” tandas Arie.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed