oleh

Asa Dara, Layanan Digital Bagi Pasien Kanker Payudara

Jakarta, energindo – Bagi sebagian orang, pandemi COVID-19 telah membuat rumah sakit menjadi tempat yang menakutkan untuk dikunjungi, baik dari sisi keamanan ataupun finansial, bahkan ketika mereka sangat membutuhkan layanan medis. Dalam situasi seperti ini, inovasi digital telemedicine menjadi solusi yang amat dibutuhkan agar masyarakat dapat tetap mengakses layanan kesehatan. Tak terkecuali para pasien kanker payudara metastasis yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan rutin.  

Berangkat dari kebutuhan tersebut, ASA DARA hadir sebagai inovasi dari Pfizer Indonesia, Halodoc dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Diluncurkan pada Mei 2020, program bantuan unik berbasis digital ini memastikan keberlanjutan perawatan pasien kanker payudara HR+/HER2- di Indonesia, khususnya selama masa pandemi.

“Halodoc, Pfizer Indonesia dan YKI berbagi visi yang sama untuk menyederhanakan proses layanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang rentan akibat riwayat penyakit berat seperti kanker payudara,” ungkap CEO Halodoc Jonathan Sudharta.

Jonathan menjelaskan, bahwa lewat ASA DARA, Halodoc menghadirkan solusi digital yang membantu pasien kanker payudara setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi mereka dan memperoleh pengobatan yang mereka butuhkan dari Pfizer untuk langsung diantar ke mana pun mereka berada. Aplikasi layanan kesehatan digital ini juga bekerja sama dengan Pfizer Indonesia untuk meringankan sebagian beban finansial pasien kanker payudara, khususnya untuk membeli obat-obatan yang amat mereka butuhkan.

Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum terjadi pada wanita secara global, dengan lebih dari 2 juta wanita terkena setiap tahunnya.[i]  Menurut studi Globocan 2018, kanker payudara menempati peringkat tertinggi di Indonesia dengan 58.256 kasus baru pada 2018 dan menempati posisi kedua penyebab kematian karena kanker, setelah kanker paru-paru.[ii]

Tak hanya itu, para ahli kesehatan memperkirakan peningkatan jumlah kematian akibat kanker payudara sekitar 43% secara global dari 2016 hingga 2030.[iii]  Hal ini akibat metastasis atau penyebaran subtipe kanker payudara HR+/HER2- ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang, kelenjar getah bening, ataupun organ tubuh seperti paru-paru.

Menanggapi fakta ini, Public Affairs Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto menyampaikan target jangka panjang ASA DARA untuk meningkatkan tingkat keselamatan bagi pasien kanker payudara metastasis di Indonesia.

“Sejak peluncuran ASA DARA, kami amat bergembira melihat adanya peningkatan kepesertaan dalam layanan ini,” ujar Bambang. “Hal ini tak terlepas dari dukungan Pemerintah terhadap pelayanan kesehatan berbasis digital, dan kami pun amat mengapresiasi berbagai regulasi yang mendorong inovasi digital dan solusi akses inovatif yang dibutuhkan pasien di Indonesia saat ini.”

Layanan ASA DARA terdiri dari tiga pilar, yakni Asah, Asih, dan Asuh. Pilar Asah merupakan program edukasi masyarakat berupa sosialisasi dan talk show tentang kanker payudara HR+/HER2- yang dilakukan lewat kerja sama dengan sejumlah komunitas pasien kanker payudara seperti Cancer Information & Support Center, Yayasan Dara Indonesia,  Makassar Cancer Care Community, dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

Pilar Asih merupakan program bantuan keringanan dan layanan digital inovatif bagi pasien kanker payudara metastatis. Dalam pelaksaannya saat ini, program ini diwujudkan melalui kerja sama antara Pfizer Indonesia,  Halodoc dan Yayasan Kanker Indonesia.

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Pfizer Indonesia, pengisian formulir bantuan keringanan dari ASA DARA meningkat sekitar 13% setiap bulannya dan sebanyak 60% di antaranya merupakan pengguna yang mengakses layanan secara berulang. Sembilan kota yang tercatat paling banyak menggunakan layanan ASA DARA adalah DKI Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Batam, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Sementara, pilar Asuh mencakup dukungan psikososial bagi pasien kanker payudara untuk membantu mereka mengatasi tekanan psikologis yang dialami dan menguatkan harapan para pasien dalam menjalani perawatan mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed