oleh

Bisa Lewati Masa Sulit, Medco Akan Jadi Perusahaan yang Lebih Kuat

Jakarta, Energindo — Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk Himi Panigoro bersyukur perusahaan yang dipimpinnya dapat melewati masa sulit saat ini untuk menjadi perusahaan yang lebih kuat.

“Dengan selesainya aliansi Kansai Electric, keberhasilan eksplorasi, dan AMNT kembali menghasilkan keuntungan, sangat membanggakan melihat MedcoEnergi melewati masa yang sulit ini dan bangkit menjadi Perusahaan yang lebih kuat,” ucap Hilmi dalam keterangan resmi yang diterima , Senin (1/6/2021).

Dikatakan Hilmi, perusahaannya juga akan memerhatikan persoalan emisi serta transisi energi dalam kegiatan operasi perusahannya. “Kami juga mulai melihat manfaat dari upaya kami mengendalikan emisi dan kami akan memperbarui sasaran ESG dan Transisi Energi jangka menengah kami,” jelasnya.

Berdasarkan laporan perusahaan, produksi migas tahun 2020 sebesar 100 mboepd, sebagai dampak dari permintaan gas yang rendah. Permintaan gas berangsur pulih pada tahun 2021 namun masih di bawah normal saat sebelum pandemi. Untuk biaya produksi migas per unit adalah US$ 9,0 per boe, yang mana masih sesuai panduan perusahaan.

Tahun 2020 lalu juga ada empat penemuan gas eksplorasi komersial dilakukan pada sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 di South Natuna Sea Block B PSC. Selain itu perusahaan juga mampu enyelesaikan integrasi sistem, organisasi dan ruang kantor dari Ophir Energy.

Untuk sektor ketengalistrikan, Medco Power melakukan penjualan ketenagalistrikan 2.639 GWh, di mana 31% berasal dari sumber energi terbarukan. Medco Power juga telah membentuk aliansi strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengoperasikan dan mengembangkan fasilitas IPP gas.

Sementara itu, sumur eksplorasi di Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial fasilitas geotermal yang baru. Sedangkan untuk pembangunan CCPP Gas Riau 275 MW telah mencapai 97% dengan target operasi komersial pada Kuartal-4 tahun 2021. Lalu untuk konstruksi fasilitas Solar PV 26 MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan target penyelesaian pada Kuartal-1 tahun 2022.

Sedangkan untuk PT Amman Mineral Nusa (AMNT) mulai mengakses bijih produktif dari Tahap 7 dan telah berproduksi sebesar 294 Mlbs tembaga dan 132 Koz emas dari bijih tambang dan pengolahan stockpile di 2020. Di samping itu, pengembangan Tahap 8 sedang berjalan. AMNT sendiri telah memperoleh perpanjangan izin ekspor selama satu tahun sebesar 579.444 Wet Metric Ton.

Untuk tahun 2021 ini Medco Energi memiliki panduan produksi minyak dan gas sebesar 95 mboepd. Sementara untuk Penjualan Listrik sekitar 3.000 GWh. Biaya produksi migas per unit diperkirakan di bawah US$10/boe. Sementara total belanja modal minyak dan gas sebesar US$ 150 juta, sedangkan untuk Power US$ 65 juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed