oleh

Crowde Jembatani Pemodal dan Petani

Jakarta, energindo == Di Indonesia, sektor pertanian berkontribusi besar terhadap perekonomian negara. Meskipun demikian, para petani Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait modal kerja. Hingga saat ini, untuk memperoleh modal kerja, para petani masih mengandalkan rentenir dan tengkulak alih-alih bank, karena mereka menganggapnya sebagai opsi yang lebih layak. Namun, tarif pinjaman yang ditawarkan oleh tengkulak sangatlah tinggi. Akibatnya, jumlah petani Indonesia pun berkurang karena persepsi bahwa menjadi petani akan membawa mereka pada kemiskinan.

Oleh karena itu, CROWDE hadir sebagai sebuah startup pertanian Indonesia yang menyediakan sistem pembiayaan peer-to-peer lending dengan tujuan untuk membantu para petani Indonesia. Dengan sistem ini, itu memungkinkan siapapun memberikan modal dan memilih proyek pertanian mana yang ingin dimodali. Dan sama seperti kebanyakan proses investasi atau menanamkan model, para pemodal perlu berhati-hati dan benar-benar memahami terlebih dahulu jenis investasi yang dilakukannya agar apa yang diinvestasikan dapat memberikan keuntungan.

Untuk itu, sebelum para pemodal mulai berinvestasi, mereka akan menanyakan beberapa pertanyaan. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para pemodal saat akan berinvestasi dalam sistem Peer-to-Peer (P2P) Lending di CROWDE. Dengan mempelajari beberapa pertanyaan ini, itu diharapkan dapat membantu Anda memahami sistem Peer-to-Peer Lending dan startup pertanian CROWDE dengan lebih baik.

Apa itu Peer-to-Peer (P2P) Lending?

Platform Peer-to-Peer (P2P) Lending adalah pasar yang menghubungkan individu yang membutuhkan pinjaman dengan individu dan lembaga yang mau meminjamkan.

Siapa yang dapat berinvestasi pada platform P2P Lending CROWDE?

Semua warga negara Indonesia, di atas 18 tahun, dengan rekening bank yang valid dapat berinvestasi pada platform P2P Lending CROWDE. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga pensiunan. Semuanya bisa berinvestasi!

Bagaimana CROWDE memberikan manfaat atau keuntungan pada pemodal dengan sistem P2P Lending-nya?

P2P Lending membantu pemodal atau pemberi pinjaman mendapatkan bunga atas uang yang tidak digunakan yang sebaliknya tidak akan menghasilkan apa-apa. Dalam hal ini, CROWDE menawarkan imbal profit sebesar 1% per 30 hari. Untuk profit per tahunnya, bisa berkisar antara 5%–6%. Baru di jangka waktu 3 tahun, Anda bisa menikmati profit hingga 20%. Angka ini tentunya lebih besar daripada profit yang diberikan oleh jenis investasi reksa dana pasar uang yang rata-rata masih di bawah 1% atau sekitar 0.55% per bulan.

Bisakah pemodal menjadi investor melalui P2P Lending?

Kini berinvestasi hanya semudah men-download aplikasi dan klik, terutama jika Anda berinvestasi pada CROWDE. Untuk menjadi pemodal pada platform CROWDE, Anda hanya perlu mendaftar dan mengisi rincian dasar tentang diri Anda. Pendaftaran Anda akan diverifikasi dalam 12-24 jam. Setelah disetujui, Anda dapat masuk ke akun Anda secara online dan mulai melakukan pemberian pinjaman dengan memilih proyek mana yang ingin dibiayai.

Berapa jumlah dan durasi maksimum untuk peminjaman?

CROWDE merupakan jenis investasi jangka pendek. Di CROWDE, Anda bisa berinvestasi dengan jangka waktu 30 hari hingga maksimal 180 hari. Jangka waktu maksimal hanya 180 hari dilakukan karena proyek usaha tani tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa menghasilkan keuntungan. Selain itu, jangka waktu ini dinilai dapat meminimalisir risiko investasi. Jadi, setiap proyek dengan jangka waktu maksimal (180 hari) berakhir, Anda bisa langsung mendapatkan dana investasi Anda kembali beserta profitnya. Hanya dalam waktu 180 hari, imbal profit yang Anda dapatkan bisa mencapai angka 15%. Semua ini bisa Anda lakukan dengan modal awal mulai Rp 10.000 tanpa kelipatan. Dengan demikian, Anda sudah bisa melakukan investasi di CROWDE. Semua proses investasi ini bisa Anda lakukan secara online melalui platform CROWDE yang bisa Anda download melalui Google Playstore.

Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan?

CROWDE menawarkan imbal profit sebesar 1% per 30 hari. Untuk profit per tahunnya, bisa berkisar antara 5%–6%. Baru di jangka waktu 3 tahun, Anda bisa menikmati profit hingga 20%. Namun, besar pengembalian tetap tergantung pada bagaimana Anda menyebarkan investasi Anda.

Bisakah saya mengendalikan pengembalian dari investasi saya?

Anda dapat mengontrol pengembalian dengan menyebarkan investasi di seluruh peminjam pada jumlah pinjaman dan tingkat bunga yang berbeda. Anda yang telah berinvestasi pada CROWDE dapat memantau proyek tani yang telah didanai secara transparan. Anda juga akan mendapatkan notifikasi di aplikasi yang memberitahukan sudah sampai mana perkembangan proyek investasinya. Dari notifikasi tersebut, Anda akan lebih mudah mengetahui seberapa efektif investasi di proyek tersebut dan kapan proyek akan selesai. Semuanya dapat dipantau hanya melalui satu aplikasi!

Berapa jumlah maksimum per peminjam?

Pemodal perorangan dapat berinvestasi hingga 20 persen, perorangan dengan kekayaan bersih tinggi dapat berinvestasi hingga 50 persen, dan pemodal institusional hingga 100 persen dari total jumlah pinjaman yang diminta oleh seorang peminjam perorangan.

Apa yang terjadi jika peminjam terlambat atau tidak membayar?

Pada Proyek Pinjaman, Pemodal dianggap telah menyetujui bahwa ada risiko keterlambatan pengembalian Dana Permodalan. Jika Penerima permodalan gagal melakukan pembayaran kembali, maka CROWDE akan melakukan upaya pemulihan Dana Permodalan dengan cara sesuai yang diatur dalam Perjanjian Permodalan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed