oleh

Dilantik Jadi Dubes Korsel, Gandi Sulistiyanto Ditugaskan Tarik Investasi Lebih Besar

Jakart, energindo — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Gandi Sulistiyanto sebagai Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Korea Selatan pada rabu sore kemarin. Pria yang akrab disapa Sulis itu sebenarnya bukan nama yang asing, dirinya merupakan Managing Director Sinar Mas dengan sederet prestasi mumpuni.

Gandi Sulistyanto, Duta Besar RI untuk Korea yang baru dilantik berkeinginan agar UMKM Indonesia terintegrasi menjadi rantai pasok yang andal dan mumpuni pada ekosistem perusahaan-perusahaan besar yang masuk dan berinvestasi di Indonesia.

“Memasukkan UMKM lokal dalam rantai pasok telah dilakukan negara asal perusahaan besar itu sendiri. Ambil contoh apa yang dilakukan di Korea Selatan dimana perusahaan besar mengkoordinir supplier-supplier UMKM lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok dari produk EV misalnya,” jelas Sulis.

Demi mewujudkan hal seperti itu di Indonesia, Sulis mengaku telah berbicara dengan beberapa pemangku kepentingan termasuk di antaranya Chairman Hyundai. Menurutnya, mereka telah siap menerapkan program rantai pasok seperti itu untuk UMKM Indonesia.

Pelaksanaan program-programnya akan disampaikan pada industri tersebut sembari melakukan pendampingan dan supervisi pada UMKM. Hal ini agar produk UMKM yang dihasilkan terjamin baik karena hal itu bagian daripada kualitas produk secara utuh.

“Bila sudah terlaksana nanti pastinya akan mengangkat kualitas jasa dan produksi dari UMKM Indonesia. Saat itu Pemerintah Indonesia bisa tinggal memonitor saja,” tukas dia.

Ingin hadirkan pendidikan vokasi

Dalam acara 83th Sinar Mas bertajuk Vokasi itu Keren, Sulis menyebut salah satu kunci keberhasilan yang tak terpisahkan untuk menjadikan UMKM sebagai rantai pasok industri adalah pendidikan vokasi. Hal ini karena produk yang dihasilkan untuk mendukung rantai pasok adalah teknologi baru sehingga perlu SDM yang mumpuni.

Misalkan, kata dia, pada produk electric vehicle yang syarat akan teknologi baru serba komputerisasi, termasuk sistem energinya pun menggunakan energi terbarukan sehingga membutuhkan SDM dengan keahlian baru dimana saat ini masih sangat jarang.

Sebagai Dubes, ia akan menjadikan program vokasi sebagai salah satu program kerja utama dari sisi investasi sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mengusulkan kepada Chairman Hyundai agar pihaknya membentuk Politeknik Vokasi dan lembaga setara SMK di Indonesia yang disambut baik oleh produsen mobil Korea tersebut.

Sesuai dengan pesan Presiden, Sulis akan bekerja keras agar kerjasama Indonesia – Korea bisa diperkuat dengan membawa investor sebanyak-banyaknya. Melalui Indonesia Investment Authority (INA), investasi bisa masuk ke infrastruktur, begitu juga dengan investor lain di alat kesehatan dan obat-obat agar indonesia tidak tergantung dengan impor.

Ia berharap neraca perdagangan Indonesia nantinya setidaknya bisa lebih seimbang. Agar tidak hanya produk impor dari Korea saja yang masuk, sementara ekspor Indonesia ke sana masih terbatas. “Salah satu tugas Dubes memang membuat trade balance itu positif buat Indonesia,” katanya.

Ketika tiba di Korsel nantinya, dia juga memprioritaskan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh Indonesia dan diaspora yang ada di sana. Peningkatan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara menurutnya sangat besar, apalagi Indonesia juga sudah dikenal baik oleh Korsel.

“Indonesia seharusnya sudah dikenal disana, pasar drama terbesar kedua di dunia bagi mereka ya Indonesia. Begitu juga dengan K-Pop, Indonesia sudah terkenal menjadi pasar disana, jadi nanti juga sebaliknya, kita akan menjadikan mereka sebagai pasar untuk produk Indonesia,” tutup Sulis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed