oleh

Dukungan Esri Untuk Mengatasi Pandemi dan Bencana

Esri adalah perusahaan swasta asal California, Amerika Serikat, yang memiliki spesialisasi layanan Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG). Perusahaan besutan Jack Dangermond ini telah hadir di 130 Negara. Khusus di Indonesia, Esri telah bekerjasama dengan lebih dari 3000 organisasi baik itu swasta, BUMN, ataupun Lembaga Pemerintah diberbagai sektor.

“50% Lembaga Pemerintah tercatat telah menggunakan produk dan layanan geospatial kami. Meraka adalah; BNPB, BIG, BPS, BMKG dan sebagainya. Kami pun sedang menjajaki kemitraan dengan yang lain. Dengan didukung 90 lebih karyawan dimana memiliki 80 serifikasi langsung dari Kantor Pusat, kami memang sangat “serius” untuk Indonesia,” ujar Cahyo Nugroho, Chief Industry Solution Officer Esri Indonesia.

Lantas bagaimana kiprah Esri terkait Pandemi Covid-19 dan bencana nasional yang kerap terjadi di Indonesia? Guna mengetahui lebih lanjut, kita ikuti wawancara bersama Energindo, belum lama ini secara online.

Selain mencari keuntungan, bagaimana Esri berkiprah?

Esri secara nature awalnya sebagai perusahaan patch. Sebagai perusahaan swasta kami memang gencar mencari profit. Namun tak sekedar itu, karena sejak beberapa waktu lalu ada kebijakan sekitar 30% dari revenue Esri harus dialokasikan untuk riset.  Artinya terus melakukan pengembangan dan inovasi sesuai dengan kebutuhan manusia dan market yang ada. Jadi Esri tak berpikir sekedar profitable tapi juga humanitarian aid. Diantara buktinya adalah lebih dari 13.000 NGO (Non Government Organisatins ) Luar Negeri telah menggunakan produk-produk GIS dari Esri secara gratis.

Bagaimana di Indonesia?

Disini Esri ada program Comdev (Community Development) dan pendidikan. Implementasi lain, Esri kerap melakukan seminar, workshop gratis, kelas online dengan berbagai profesi masyarakat dan mengadakan GIS Award tahunan. Kami juga membuat program future leader dan menjaring fresh graduated terbaik untuk melakukan training di Esri. Kemudian best of the best_nya kami promosikan menjadi pegawai.

Berbagai komunitas juga kami berikan free license agar bisa dimanfaatkan lebih optimal dimana contohnya kepada; Akademi Konstruksi dan Tata Ruang, Ikatan Ahli Planologi Jakarta, Wanandri dan sebagainya. Food Bank of Indonesia juga menggunakan produk GIS kami untuk laporan penyaluran sumbangannya.

Memang apa keunggulan dan pentingnya menggunakan GIS?

Singkat kata, dengan GIS kita bisa lebih mudah memetakan dan menganalisa berbagai hal untuk mengambil keputusan yang tepat. Nah kami ada produk unggulan bernama ArcGIS. Awalnya ini hanya berbasis desktop tapi seiring perkembangan jaman, sekarang sudah dilengkapi mobile app. Bahkan pemutakhirannya telah menggunakan cloud computing untuk menyimpan data sehingga lebih ringan dan murah diinstalasi dibandingkan dengan menyediakan server fisik di lokasi. 

Selain sangat lengkap, ArcGIS terintegrasi dengan sistem off record yaitu sistem perekaman untuk big data, basis data, consume data, dan sistem enggagment atau saling berbagi informasi. Layanannya pun bisa dibagikan open access antar institusi sehingga para pemangku kepentingan bisa menganalisa sebelum mengambil keputusan.

Jadi hal pentingnya, sesuai apa yang diyakini oleh Founder Esri, Jack Dangermond, informasi berdasarkan GIS akan selalu dibutuhkan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Ini terbukti karena GIS bisa menjadi solusi penting dari berbagai masalah-masalah didunia sekarang tak terkecuali Pandemi Covid-19. Pentingnya GIS juga ditegaskan Gartner yang menyatakan sebagai data terpenting nomer 3.

Apa buktinya GIS bisa bantu dalam Pandemi Covid-19?

ArcGIS telah fully supported sebagai yang pertama kali mengeluarkan data persebaran Covid-19. Dashboard Jhon Hopkins Research Centre yang juga sebagai rujukan data dunia untuk Covid-19 juga menggunakan ArcGIS. Untuk Indonesia,  kita telah banyak memberikan kepada NGO ataupun kampus berbagai lisensi cara penanggulangan Covid-19.  Termasuk kita juga memberikan akses ke BNPB pada dashboard Geoportal Covid-19 yang merupakan produk Esri.  Seperti kita tahu, dalam dashboard itu ada data pasien yang sembuh, dirawat, terinfeksi ataupun meninggal.

Jadi intinya dengan GIS kita bisa dapat data demografi dan kesehatan. Sehingga kita bisa mencegah agar virus tidak menjangkit lebih luas sambil berupaya kembali “menyehatkan” dunia.

Bagaimana dengan kebencanaan, apa yang bisa GIS bantu?

GIS berbasis geografis dan geoscience yang berasal dari data structure, imageriy dan reality bisa membantu keputusan tanggap sampai mitigasi bencana. Esri punya teknologi yang mendukung location intelligence untuk kebencanaan ini. 

Manfaatnya, Pemda setempat atau BNPB bisa memetakan jenis bencana yang mengancam masyarakat sekitar sesuai karakteristik geografisnya. Misalnya, bagi yang tinggal di pesesisir pantai selatan  terancam tsunami, di pegunungan ada gunung berapi, longsor dan banjir bandang. Sedangkan di perkotaan dataran rendah terancam banjir kiriman.  Pemangku kepentingan bisa membuat sebuah simulasi tanggap bencana serta mencari lokasi-lokasi yang aman untuk evakuasi.

Disisi lain, untuk area perkotaan dan fasilitas besar, kita bisa menentukan dimana titik berkumpul yang paling aman jika ada bencana.

Layanan lain khusus bencana banjir ?

Esri punya teknologi hydrologi netwrok yang bisa melihat pola pergerakan air ke catchment area. Dari sini kita bisa menentukan bentuk mitigasi awal untuk mengantisipasi genangan dan hantaman air.  Jadi bagi Pemda setempat nantinya bisa menganalisa dan menentukan jenis dan kuantitas infrastrukturnya baik itu; gorong-gorong, resapan air, tanggul atau saluran air yang perlu dibangun.

Bagaimana agar infrastruktur itu lebih tahan bencana?

Untuk ketahanan infrastruktur, WebGIS kami bisa digunakan untuk menganalisa serta membantu desain dan struktur bangunan agar bisa  lebih tahan dan aman dari bencana. WebGIS ini digunakan pada tahap master perencanaan atau pra konstruksi disesuaikan dengan reguasi dan perijinan yang ada. Kemudian WebGIS membuat building formation management dengan format 3 dimensi secara detail. Ketika capital project berjalan kita juga bisa meilhat progress monitoring construction dengan Lidar dan sebagainya. Jadi kita bisa melihat database konstruksi secara menyeluruh baik horizontal atau vertikal.  Namun disamping itu, kita juga bisa buat agar infrastruktur lebih ramah lingkungan dan terkonsep  green. Karena dengan GIS kita bisa memetakan pergerakan sinar matahari, sirkulasi udara dan sebagainya.

Untuk pasca bencana?

Teknologi Esri bisa memberikan solusui yang komperhensi dan memberi analisa sejauh mana dampaknya bagi masyarakat di area bencana. Kita bisa melihat demografi sehingga bisa menentukan secara efektif titik-titik posko bantuan.  Selain itu bisa dilihat keadaan area bencana secara 3 dimensi baik itu penurunan lahan, jumlah bangunan dan infrasturktur yang rusak dan sebagainya. Kita sudah lakukan ini saat Gempa dan Tsunami Poso.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed