oleh

FSPPB Kembali Sikapi Perkembangan Musibah Kebakaran Kilang Balongan

Jakarta, energindo — Arie Gumilar, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu kembali menyikapi perkembangan terkini terbakarnya Kilang Balongan. Setidaknya, kata dia, ada beberapa hal:

  1. Rasa bangga dan apreasiasi yang sebesar-besarnya atas kesigapan yang telah ditunjukkan oleh Teman-Teman Pekerja dalam hal penanganan kebakaran yang terjadi, sehinga kebakaran tidak meluas ketempat lain termasuk ke unit proses kilang sehingga terhindar dari musibah yang lebih besar.
  2. Apresiasi yang sebesarnya terkait penanganan korban serta warga sekitar yang dapat dilakukan dengan baik ditengah pandemic Covid-19. Mulai dari evakuasi, pelayanan ditempat pengungsian hingga pemulangan kembali masyarakat terdampak.
  3. Recovery kilang yang dapat dilakukan dengan cepat, sehingga bisa beroperasi kembali dengan normal dan dapat menjaga ketahanan energi nasional.
  4. Semangat Teman-Teman Pekerja yang meskipun sedang mengalami kelelahan fisik dan psikis, tapi masih mampu bersikap kooperatif dengan penyidik baik dari migas maupun kepolisian.

“Apresiasi juga kami berikan kepada Direksi Pertamina dan PT KPI serta semua pihak yg terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penanggulangan musibah kebakaran tanki di RU VI Balongan,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada pekerja pejuang di Kilang RU VI Balongan, agar tetap semangat, bangkit dari keterpurukan dan kembali fokus mengabdi untuk menyediakan energi ke seluruh negeri.

” Kalian adalah pejuang-pejuang energi yang layak mendapatkan gelar Pahlawan,” tegasnya.

Terkait adanya pernyataan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menyatakan telah menemukan adanya unsur pidana terhadap kasus ini dan menaikkan statusnya ke tahap penyidikan, FSPPB berharap semua pihak dapat menahan diri dalam mengeluarkan statemennya dan menghormati proses hukum yang berjalan.

Karena, katanya, saat ini Pertamina masih fokus terhadap penangananan dan dampak akibat peristiwa tersebut. Dikhawatirkan, pecahnya konsentrasi Pekerja kami di lapangan dan mengakibatkan timbulnya resiko kerja yang sama-sama tidak kita inginkan.

“Kami menegaskan, bahwa FSPPB dan seluruh konstituennya selalu menjunjung tinggi hukum positif yang berlaku di Indonesia, karenanya kami mendukung agar dalam pelaksanaannya tetap dilakukan seadil-adilnya dengan mengutamakan asas praduga tidak bersalah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga meminta support dari Pemerintah, Masyarakat dan Manajemen di Internal Pertamina agar masalah terkait bisa segera diselesaikan. Terkhusus kami meminta bantuan pihak Kepolisian agar bisa objektif dalam penanganan musibah terjadinya kebakaran di Kilang Balongan. Hal ini penting kami sampaikan agar Pekerja bisa kembali fokus kepada tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed