oleh

FSPPB: Penolakan IPO Pertamina Terukur dan Terkait Kepentingan Masyarakat Banyak

FSPPB: Penolakan IPO Pertamina Terukur dan Terkait Kepentingan Masyarakat Banyak

Jakarta, energindo — Ketua Bidang Media FSPPB, (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu), Capt Marcellus Hakeng, menyatakan, bahwa tuntutan organisasinya untuk membatalkan langkah IPO (Initial Public Offering) Pertamina adalah sangat terukur dan menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat.

“Kita tak asal menuntut soal ini karena bukan soal kepentingan sendiri.Tapi bagaimana agar core bisnis pertamina tetap dibawah penguasaan Negara karena ini menyangkutnasib cadangan energi Negeri ini kedepan,” ujarnya dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh DEM (Dewan Energi Mahasiswa), 14/08.

Misalnya, lanjut dia, saat ada langkah Pemerintah menggabungkan Patra Jasa dengan holding perusahaan lain maka kami tidak bersuara. Begitupun saat Rumah Sakit Pusat Pertamina dilakukan penggabungan holding RS lain maka pihaknya juga menerima saja.

“Kita kan terima saja itu karena memang bukan core bisnis Pertamina. Jadi terbukti kami tak asal menuntut dan bukan untuk kepentingan sendiri. Sekali lagi tuntutan demi kepentingan Negara kedepan,” tegasnya.

Ditambahkannya, dalam upaya penolakan FSPPB terhadap unbundling dan privatisasi Pertamina telah dilakukan secara litigasi maupun nonlitigasi.

Alasan penolakan IPO sendiri, katanya, karena berpotensi mengarah kepada rencana pelepasan asset sehingga mengakibatkan tidak dapat dikontrolnya harga produk karena penentuan harga akan diserahkan kepada mekanisme pasar.

“Apakah IPO dapat menjamin security of supply BBM hingga ke daerah 3T
aman, BBM satu harga di semua daerah, dan rakyat dapat menikmati BBM dengan jenis kualitas yang sama?” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed