oleh

Gas, Energi Transisi dan Masa Depan

Jakarta, energindo — Indonesia memiliki cadangan gas sebesar 101 TCF dengan lama waktu pakai sekitar 50 tahun ke depan. Cadangan gas tersebut tersebar di area onshore, shallow water, ataupun deep water.

“Gas adalah energi masa depan bagi Indonesia terlebih disini sumber daya alamnya besar,” ujar Moshe Rizal, Sekretaris Jenderal ASPERMIGAS dalam acara pelatihan media (26/9).

Buktinya, lanjut Moshe, semua giant discovery baru di Indonesia seperti Lapangan Abadi, IDD (Indonesia Deepwater Development, Lapangan JTB (Jambaran Tiung Biru) dan Tangguh di Papua; adalah lapangan gas. “Jadi terbukti potensi gas sangat besar di Indonesia,” tegasnya.

Di dunia, saat ini gas digunakan sebagai energi transisi ke EBT (Energi Baru Terbarukan) sebelum mempensiunkan batubara dan minyak secara permanen. Peningkatan pengembangan EBT dewasa ini juga cukup signifikan bahkan sekarang sudah melebihi nuklir.

Dijelaskannya, saat ini ada krisis gas yang terjadi di Eropa, dimana disebabkan perusahaan gas Rusia yang biasanya menyalurkan gas dengan pasokan stabil ke Eropa namun sekarang justru “mengalihkan” pengirimannya gas_nya ke Asia, khususnya China. Alhasil ini membuat harga gas di Eropa melonjak tajam.

Ia mengatakan, bahwa selain faktor cut off supply yang dilakukan Rusia sebenarnya ada juga faktor geopolitik dimana Rusia berencana membangun pipeline ke Eropa namun dihalangi oleh Amerika sebagai kompetitor pemasok gas. Sedangkan Eropa sendiri disinyalir lebih pro kepada Amerika.

“Dari kasus itu kita menyadari bahwa gas adalah energi yang paling menjanjikan dan meningkat kebutuhannya. Ini juga energi masa depan,” katanya.

Kembali ke Indonesia, menurutnya, fasilitas pengolahan gas di Indonesia sangat kurang seperti regasifikasi dan sebagainya. Padahal produk gas seperti LNG (Liquefied Natural Gas) adalah sangat ideal menunjang ketahanan dan transisi energi Indonesia. Terlebih distribusi LNG bisa lebih fleksibel dan mobile ke area remote di kepulauan kecil Indonesia.

Dengan kata lain, konsep pengembangan infrastruktur gas alam cair skala kecil merupakan satu di antara cara memenuhi kebutuhan para konsumen gas yang tidak tersalurkan pipa gas distribusi.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed