oleh

Gubernur Anies Sambangi EBTKE ConEX 2019

Jakarta, energido– Pada hari pertama, Indo EBTKE ConEx 2019 mendapatkan kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang berbicara mengenai “Urban Regeneration and Transitioning to Low Carbon City” pada Plenary Session 2. Ia menyatakan pembangunan di Jakarta saat ini difokuskan pada ajakan untuk menggunakan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini diharapkan akan mengurangi emisi dan semakin membuat udara Jakarta menjadi lebih bersih.

Hadirnya Trans Jakarta dan MRT, serta LRT yang masih dalam perencanaan, merupakan upaya DKI Jakarta menciptakan sistrem transportasi terintegrasi demi mengurangi emisi. Dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 juga terlihat dari layanan rute Trans Jakarta dari Monas ke JIExpo, yang menjadi tempat penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019. Selama pameran berlangsung, Trans Jakarta membuka rute Monas – JIExpo setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Menurut Surya Darma, Pemprov DKI Jakarta menjadikan ajang Indo EBTKE ConEx 2019 sebagai sarana memberikan informasi mengenai program Pemprov DKI Jakarta menuju kota yang cerdas, rendah karbon, dan futuristik.

Menarik Investasi di Bidang Energi


Penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 yang menghadirkan berbagai teknologi dan inovasi di bidang energi terbarukan juga diharapkan bisa menarik investor untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia.

“Potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia demikian besar. Kami berharap melalui penyelenggaraan pameran ini, banyak investor yang tertarik untuk ikut mengembangkan energi terbarukan di Indonesia yang memang membutuh investasi yang cukup besar,” ujar Surya Darma.

Untuk lebih menarik investor, METI juga berharap adanya regulasi yang lebih mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia, terutama terkait investasi. METI mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pengembangan energi terbarukan melalui regulasi dan kebijakan-kebijakan yang memberikan kepastian kepada pengusaha dan investor di bidang energi terbarukan.

“Apabila investor mendapatkan kepastian terkait investasi mereka di bidang energi terbarukan, kami yakin target bauran energi sebesar 23% pada 2025 bisa terpenuhi. Ke depannya pengembangan energi terbarukan di Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik dan ikut berkontribusi pada upaya-upaya mengurangi emisi dan jejak karbon di Indonesia dan dunia,” pungkas Surya Darma. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed