oleh

Gunakan Cyber Walking Rig, PDSI Sukses Tajak di Proyek JTB

Jakarta, energindo– PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sebuah anak usaha PT Pertamina (Persero) tercatat menoreh sukses sebagai perusahaan jasa migas di pengeboran Proyek JTB (Jambaran Tiung Biru) yang dioperatori oleh dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC)

Pth. Direktur Operasi PDSI Didik Budi Hartono mengungkapkan, kunci keberhasilan PDSI dalam mendukung Proyek JTB karena PDSI berkomitmen penuh dalam memegang tugas dan kewajibannya berdasarkan aturan yang ditetapkan PEPC selaku pemilik wilayah kerja.

Selain itu, katanya, karena ditunjang teknologi rig yang canggih berjenis cyber walking rig. Keunggulan cyber walking rig milik PDSI ini antara lain sesuai dengan batch drilling scheme di Proyek JTB, seluruh perangkat rig pun dapat berpindah dari sumur ke sumur dengan mudah dan aman sesuai dengan batch drilling scheme yang ada, sehingga mobilisasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Sebelum di Proyek JTB, cyber walking rig dengan nomor identitas PDSI #40.3/DS1500-E ini beberapa kali mencatatkan prestasi yang kurang lebih sama di proyek berbeda-beda.

Di Proyek Banyu Urip Indonesia yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) misalnya, rig PDSI#40.3/DS15500-E beroperasi 30 hari lebih cepat.

Begitu pula saat beroperasi di Proyek Pamaguan-63 Indonesia (VICO Indonesie) dan Proyek Tomori Indonesia (JOB Pertamina – Medco). Rig yang baru mulai PDSI pergunakan di tahun 2012 ini beroperasi beberapa hari lebih cepat dari target. Tidak hanya di kegiatan pengeboran saja, catatan lebih cepat dari target ini juga diciptakan pada saat mobilisasi.

Dari sisi customer PDSI, keandalan kinerja rig PDSI #40.3/DS1500-E tentu saja menjadi nilai tambah tersendiri, salah satunya karena mendukung mereka menciptakan cost effectiveness dengan jumlah signifikan.

Disamping faktor rig berteknologi canggih, menurut Didik, pencapaian PDSI di Proyek JTB tidak lepas dari faktor personel PDSI. “Kompetensi yang sudah mumpuni dan kesigapan seluruh personel PDSI dalam menghadapi perubahan, termasuk perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan, menjadi satu kunci sukses lain PDSI ketika harus beradaptasi dengan pandemi. Dengan demikian tidak sampai memengaruhi operasi kami,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed