oleh

Handry Satriago: Prospek EBT Indonesia Menjanjikan

Jakarta, energindo- Menyusul komitmen pemerintah untuk menggunakan sumber-sumber
energi yang terbarukan sebesar 23% pada 2025 mendatang, Indonesia membutuhkan banyak sumber
daya manusia unggul untuk inovasi dan penerapan bidang Energi Baru dan Terbarukan.

“Indonesia telah menunjukkan komitmen besar dalam penggunaan energi terbarukan dan berkelanjutan
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan. GE pada saat ini menyediakan teknologi yang
meliputi 20% kapasitas energi terbarukan dunia, sehingga kami memahami bahwa teknologi kelas dunia
diperlukan. Namun yang juga penting adalah kita semua membantu mengembangkan generasi masa
depan, talenta-talenta di Indonesia untuk menggerakkan agenda energi terbarukan. Kami berkontribusi
sesuai kapasitas kami terhadap upaya-upaya tersebut,” kata Handry Satriago, CEO GE Indonesia dalam acara GE Indonesia dan Society of Renewable Energy (SRE), belum lama ini,

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa Indonesia juga
telah berkomitmen meningkatkan bauran energi terbarukan hiingga 51.6% pada Rencana Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyatakan akan menghentikan penggunaan pembangkit listrik
yang memanfaatkan batu bara hingga 2055 dengan kapasitas total 50 Giga Watt. Belum lama ini,
Presiden telah meningkatkan komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan dengan
menjadikan ekonomi hijau sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan di Indonesia bisa mencapai
648.300 MW di mana pada saat ini baru dimanfaatkan sekitar 10.697 MW.

Tenaga matahari merupakanpotensi terbesar yaitu sekitar 207,800 MW. Kemudian diikuti oleh potensi energi hidro 75,000 MW, bayu 60,600 MW, bioenergi 32,600 MW, panas bumi 23,900 MW, dan lautan (gelombang laut) 17,900
MW.

Handry Satriago menambahkan, “Prospek-prospek energi terbarukan sangat menjanjikan. Indonesia
dianugerahi dengan kekayaan alam melimpah untuk menghasilkan energi bersih, walaupun tidak
semuanya mudah diakses. Inilah mengapa kami bekerja sama dengan orang-orang dengan visi serupa seperti para pelanggan kami, SRE, pemerintah, dan LSM untuk terus berupaya menghasilkan teknologi- teknologi inovatif dan meningkatkan kemampuan di berbagai level, termasuk para mahasiswa yang merupakan para pemimpin masa depan.”’

Sebagai informasi, rangkaian seminar online digelar sejak Mei 2021, yang berfokus pada energi baru terbarukan dengan berbagai topik relevan tentang produksi dan penyimpanan energi, transformasi digital, kebijakan publik
dan sosial, serta ekonomi dan keuangan. Pembicara-pembicara ternama dari pemerintahan, pelaku
industri, dan GE berbicara dan berinteraksi dengan lebih dari 1200+ peserta dari 36 universitas dari
seluruh Indonesia.

Sedangkan kompetisi whitepaper, diharapkan bisa menjadi sarana penyaluran ide-ide dan inovasi
mahasiswa untuk ikut ambil bagian dalam mencari solusi untuk percepatan proses dekarbonisasi
Indonesia, sebagaimana mereka adalah calon-calon pemimpin di masa depan.

Whitepaper dari tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang berjudul ‘Inovasi Sistem Minigrid
Hibrida Biomassa Sekam Padi dan Energi Surya untuk Mendukung Dekarbonisasi dan Elektrifikasi pada
Sektor Pertanian’ terpilih sebagai pemenang dari lebih dari 100 tim mahasiswa yang ikut berpartisipasi.
Pemenang kedua adalah tim dari Universitas Gadjah Mada, sedangkan yang meraih posisi ketiga adalah
tim dari Politeknik Negeri Semarang. Selain itu, 10 tim finalis mendapatkan kesempatan mentoring
intensif dengan pimpinan-pimpinan senior GE Indonesia.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed