oleh

IESR; Potensi ET Indonesia Capai 716 GW Hingga 2030

Jakarta, energindo–  Sesuai dengan target KEN, untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% diperlukan tambahan 35 GW pembangkit ET hingga 2025. RUPTL PLN 2019-2028 merencanakan pembangunan pembangkit ET hanya sebesar 16 GW sampai 2028,.

Menurut Fabby Tumiwa, dari IESR, potensi ET yang dapat dikembangkan di Indonesia mencapai 716 GW sampai tahun 2030. Dari hasil perhitungan IESR, untuk mencapai target KEN diperlukan investasi sebesar 72,5 miliar USD hingga 2025. IESR menyarankan agar pemerintah Indonesia mengusulkan kerjasama bilateral melalui forum BRI ini untuk “10 GW Clean Energy Acceleration Development Initiative” yang difokuskan pada pengembangan pembangunan listrik tenaga surya (PLTS) skala utilitas, PLT Bayu, PLT Panas Bumi, dan PLT Biomassa serta PLT Mini Hidro.

Menanggapi inisiatif BRI Cooperation, Fabby menambahkan,  forum yang meliputi kerjasama teknologi, pendanaan dan investasi, yang melibatkan PLN, PGE, Geodipa dan BUMN lain serta  pelaku usaha swasta Indonesia, institusi finansial dan rekanan mereka, kerjasama dalam pemetaan sumber daya energi terbarukan yang akurat, dan transfer pengetahuan serta riset gabungan antar negara terutama di bidang integrasi VRE dan pumped storage.

Program utama dari inisiatif ini adalah pengembangan kapasitas terpasang PLTS sebesar 4 GW, PLTB sebesar 1 GW, PLTBm sebesar 2 GW, PLTMH sebesar 1 GW dan PLTP sebesar 2 GW dengan total investasi yang dibutuhkan sekitar 17,3 miliar USD. Menurut IESR, pengalihan investasi ini untuk mensubstitusi investasi PLTU yang selama ini didukung oleh China.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed