oleh

Indonesia Gandeng Finlandia Kembangkan Energi Bersih

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Selasa (9/10/2018) menerima kunjungan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Findlandia, Anna-Mari Virolainen. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Bisnis Indonesia-Finlandia 2018. Dalam kunjungan ini, Finlandia membawa delegasi bisnis yang mewakili berbagai sektor.

Jonan mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Finlandia telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama ini juga telah membuahkan hasil. “Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dan Finlandia telah membangun beberapa bisnis bersama seperti perusahaan mesin diesel yang telah diimplementasikan, termasuk di Papua. Dan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan,” terang Jonan.

Kepada peserta forum ini, Jonan juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia fokus untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), seperti melalui kewajiban penggunaan biodiesel sebesar 20 persen pada bahan bakar minyak jenis solar dan menetapkan peraturan mengenai Solar PV pada rooftoop. “Pengembangan energi terbarukan di Indonesia merupakan program jangka panjang, dan saat ini masih dalam tahap permulaan. Meski komitmen di paris telah ditandatangani pada musim panas 2015, tetapi masih berlaku sampai saat ini. Kami mencoba untuk mencapai setidaknya 23% bauran energi pada 2025. Sering orang bertanya apakah target ini dapat di capai? Sulitkah? Atau kah mudah? Atau masuk akal? Tapi saya berkata dengan realistis kami akan terus berusaha berkembang untuk mencapai target tersebut,” tegas Jonan.

Indonesia juga memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan energi bersih untuk meningkatkan pasokan energi. Hal ini diamanatkan dalam Kebijakan Energi Nasional untuk mengubah sektor energi Indonesia dengan mengurangi konsumsi minyak dan memperluas energi terbarukan. Demikian juga dengan penerapan efisiensi energi dengan target untuk mengurangi intensitas energi di semua sektor sebesar 1% per tahun.

“Komitmen untuk menurunkan efek rumah kaca dari 29% pada tahun 2030 adalah tujuan utama. Meski itu tidak mudah, tapi kami terus berusaha melakukan sosialisasi bagaimana dampak dari pengurangan gas rumah kaca kepada masyarakat” lanjut Jonan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Anna-Mari Virolainen juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian ESDM atas kesempatan yang diberikan dalam kerja sama bisnis di sektor energi. “Beberapa perusahaan Finlandia bekerja di remote area. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memberikan akses energi kepada seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Menteri Anna-Mari Virolainen. (Sof)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed