oleh

Ini 4 Strategi SKK Migas Untuk Capai Target 1 Juta Barel

Ini 4 Strategi SKK Migas Untuk Capai Target 1 Juta Barel


Jakarta, energindo — Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, pandemi Covid-19 merupakan tantanganyang cukup berat bagi industri migas saat ini. Berkaca secara global, kegiatan investasi migas Tanah Air bahkan terpengaruh 5 hingga 30 persen. Selain itu, banyak kegiatan pengeboran terpaksa harus ditunda. Meski begitu, optimisme pencapaian target produksi tetap ada.

“Kita masih optimistis dengan target satu juta barel. Kita melakukan intensifikasi danakselerasi untuk mengejar ketertinggalan kita. Kita juga memiliki dukungan yang kuat daripemerintah, mencakup perbaikan fiskal,” katanya dalam acara “The Road to 1 MMBOPD/12 BSCFD – Tracking the Progress”  yang dihelat di IPA Convex 2021,  belum lama ini.

Upaya yang tengah dilakukan SKK Migas untuk mengejar ketertinggalan ialah dengan menggiatkan pengeboran sumur. Berdasarkan data SKK Migas, pada tahun ini ditargetkan sebanyak 616 pengeboran pengembangan (development drilling), namun hingga akhir Juli2021 realisasinya sebanyak 220 pengeboran atau sekitar 36 persen.

Salah satu cara yang dilakukan SKK Migas ialah dengan mengamankan komitmen investasi awal di Wilayah Kerja Rokan. Ada sebanyak 276 komitmen pengeboran sumur dengan realisasi pengeboran 97 sumur hingga Juli 2021. “Investasi komitmen awal ini sangat penting untuk menjaga produksi kita,” ujar Dwi.

Selain itu, untuk menjaga laju produksi, terdapat program filling the gap. Perkembangan hingga Juni 2021 sudah ada kontribusi terhadap produksi sebesar 1.914 barel minyak perhari (BOPD). Adapun hingga akhir tahun diharapkan dapat berkontribusi sebesar 5.000BOPD.

Strategi kedua yang dijalankan SKK Migas adalah transformasi dari sumber daya ke produksi dengan target reserve replacement ratio (RRR) lebih dari 100 persen pada tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu capaiannya 102 persen sementara pada tahun ini diproyeksikan menjadi 240 persen.

Strategi ketiga adalah dengan enhanced oil recovery (EOR) dan strategi keempat adalah eksplorasi untuk giant discovery.

“Hingga akhir bulan Juli 2021, kita sudah mengebor 16 dari 48 sumur dan melakukan 1.917km survei 2D seismik dan 733 km 3D seismik. Kami juga sedang mengembangkan strategi unconventional migas, termasuk percepatan peraturan terkait pengembangan migas,” pungkas Dwi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed