oleh

Ini Alasan Pengeboran Panasbumi Belum Bisa Gunakan Mobile Rig

Jakarta, energindo – Untuk beberapa standar pengeboran saat ini sudah dipermudah Pemerintah. Misalkan untuk pengeboran well work ringan dan CBM bisa dengan mobile rig satu aplikasi dengan truk besar saja.

Syaratnya, mobile rig tersebut memiliki SKPI (Sertifikat Kelayakan Pemasangan Instalasi ), sertifikat untuk rig baru dan SILO (Surat Ijin Layak Operasi).

Bagaimana jika diterapkan untuk pengeboran panasbumi?

Yudi Hartono, Chairman Jakarta Drilling Society, menjelaskan, pada umumnya sumur panasbumi Indonesia mempunyai kapasitas lebih besar dan sumbernya berada di lapisan bumi yang lebih dalam dibandingkan dengan Negara lain.

Sehingga, lanjut dia, dalam pengerjaan pengeboran masih memerlukan big bor construction, termasuk  type dan casing.  Praktis rig pengeboran sumur panasbumi dalam standarisasinya harus minimal mempunyai 1000 hingga 1300 horse power (HP).

“Sedangkan mobile rig rata-rata hanya 750 HP ke bawah. Jadi untuk kedalaman 2000 hingga 3300 meter seperti di Indonesia akan lebih efisien jika pengeboran panasbumi dilakukan oleh big bor rig,” ungkap dia dalam webinar ASPERMIGAS, (25/9).

Memang, katanya, untuk jenis pengeboran slim hole bisa saja menggunakan mobile rig. Namun permasalahannya, alat tersebut mempunya beberapa limitasi. Di antaranya tidak bisa mengebor berarah (directional) hanya untuk vertikal saja, sedangkan pengeboran sumur panasbumi adalah directional.

Kemudian kontraktor pengadaan mobile rig ini masih jarang sekali di Indonesia. Dari pengalamannya sewaktu ingin mengebor slim hole dengan mobile rig, maka saat itu hanya 2 kontraktor saja yang ikut tender pengadaan.

Tentu saja ini membuat nilai kompetitif sangat rendah dan kemungkinan mobile rig yang disediakan oleh kontraktor lain alatnya masih di Negara luar.  Alhasil ini memerlukan mobilitas dan cost yang tinggi.

“Aplikasinya baik tapi sayangnya masih terbatas. Intinya saat ini pengeboran panasbumi lebih ekonomis pakai rig 1000 hingga 1300 HP. Apalagi komunitas penyedia rig di Indonesia saat ini juga sudah banyak,” tegasnya.

Namun begitu, ia mengakui bahwa kedepan mobile rig juga bisa menjadi jawaban untuk pengembangan panasbumi yang berada di daerah sangat remote dan kondisi infrastruktur yang masih menantang.

“Mudah-mudahan kontraktor mobile rig ini lebih banyak dengan menghadirkan kapasitas yang lebih besar,” pungkasnya.

Disisi lain, ia mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli rig. Hal ini karena banyak rig-rig bekas yang seharga hanya USD 4,5 juta. “Jadi sangat ekonomis kalau kita membeli apapun jenis rig_nya sekarang,” tukas dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed