oleh

Ini Jenis-Jenis Tugas dan Pekerjaan yang Dilakukan di Pertanian Menurut CROWDE

Pekerjaan pertanian jauh lebih beragam daripada yang mungkin disadari banyak orang. Ini bervariasi sesuai dengan musim dalam setahun dan jenis pertanian, tetapi pada dasarnya terbagi dalam tiga kategori utama. Di pertanian kecil, petani dan keluarganya melakukan sebagian besar atau semua tugas ini, sedangkan di pertanian yang lebih besar pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh karyawan tetap atau kontrak. Berikut ini adalah berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan di pertanian menurut CROWDE.

  1. Mengelola Tanah

Tidak ada pertanian yang bisa berhasil, kecuali lahan dikelola untuk kesuburan maksimum. Kegiatan tersebut dapat berupa penggunaan pupuk kimia, pupuk organik atau keduanya. Banyak petani menambah kesuburan tanah dengan pupuk kandang, kompos atau tanaman penutup, yang ditanam sampai titik tertentu dan kemudian dipotong-potong dan diubah menjadi tanah untuk diurai. Selain perbaikan tanah, petani harus mencegah erosi dengan waktu pengelolaan dan penanaman yang cermat, mengelola air irigasi, dan menggunakan strategi lain untuk menjaga agar tanah tidak terbawa atau hanyut. Bergantung pada ukuran pertanian, manajemen kesuburan dapat dilakukan dengan perkakas tangan, kerbau atau peralatan mekanis.

2. Merawat Tanaman

Seorang petani mungkin menanam berbagai tanaman atau fokus pada satu tanaman, seperti padi. Petani lain mungkin menanam buah, kacang, dan sayuran. Setiap tanaman harus ditanam sebagai benih atau transplantasi dan disiangi atau disemprot dengan herbisida. Di beberapa wilayah negara atau pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, irigasi mungkin diperlukan. Banyak petani juga menyemprot pestisida untuk mencegah kerusakan serangga atau menggunakan fungisida untuk mencegah infeksi jamur. Setelah tanaman matang, mereka harus dipanen dengan tangan, kombinasi atau pemetik mekanis.

3. Perawatan dan Perbaikan

Perawatan umum di sebuah pertanian adalah proses harian. Misalnya pagar harus dikencangkan atau diperbaiki. Pagar kayu, lumbung, dan bangunan luar harus dicat. Peralatan pertanian seperti traktor harus diberi pelumas dan oli secara teratur. Sekop, cangkul, penggali, dan gergaji mesin harus diasah. Petani sering melakukan banyak pekerjaan sendiri. Seorang petani mungkin menjadi terampil dalam berbagai jenis bidang untuk melakukan pekerjaan listrik, pipa ledeng atau pertukangan kayu di pertanian. Selain itu, pertanian adalah bisnis, dan petani harus menyimpan catatan tanaman, penjualan dan pengeluaran, serta informasi penggajian karyawan jika ada.

Itulah berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan di pertanian menurut CROWDE. Berdasarkan penjelasan ini, maka dapat diketahui secara jelas tugas dan tanggung jawab dari seorang petani.

Tugas dan Tanggung Jawab Petani Menurut CROWDE

Berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab petani menurut CROWDE.

Berbagai Jenis Pertanian

Tugas seorang petani bervariasi sesuai dengan jenis operasinya. Seorang petani yang bercocok tanam akan bertanggung jawab untuk menyiapkan lahan untuk ditanami, merawat tanaman dan memanen. Tidak hanya itu, beberapa petani bahkan menjual hasil panen mereka sendiri di pasar atau memiliki kontrak dengan perusahaan pengolahan atau organisasi lain. Selain bercocok tanam, petani harus menjaga agar lahan tetap diairi, dipupuk, dan bebas dari gulma yang bersaing dengan tanaman.

  • Peralatan

Sebagian besar pertanian saat ini menggunakan mesin. Oleh karena itu, seorang petani harus tahu cara mengoperasikan berbagai macam mesin pertanian. Traktor, truk, bajak, mesin pemerah susu, penyemprot, dan pemanen adalah peralatan khas yang biasanya dimiliki atau dioperasikan oleh petani. Selain mesin, bagi petani yang masih menggunakan hewan, maka petani tersebut harus tahu cara mengemudi, menangani, dan merawat mereka. Alat dan perlengkapan kecil juga digunakan di pertanian, seperti pompa dan gergaji mesin. Selain mengoperasikan peralatan, seorang petani juga perlu mengetahui cara memperbaikinya. Bahkan petani mungkin juga membutuhkan keterampilan konstruksi untuk membangun atau memperbaiki bangunan pertanian.

  • Pertanian Besar vs. Kecil

Ukuran pertanian seringkali menentukan tugas seorang petani. Di pertanian yang besar, petani umumnya bertugas sebagai manajer yang mengarahkan pekerja pertanian dalam tugasnya. Di sebuah pertanian kecil yang dikelola keluarga, petani biasanya melakukan semua atau sebagian besar tugas, meskipun anggota keluarga lain mungkin membantu. Ini juga termasuk mengetahui cara memasarkan hasil panen mereka langsung ke konsumen. Oleh karena itu, pembukuan dan pencatatan juga merupakan tanggung jawab petani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed