oleh

Ini Keuntungan Digitalisasi di Sektor Industri Sawit

Jakarta, energindo — Sektor industri kelapa sawit telah menjadi unggulan bagi Negara. Industri sektor ini terus berbenah dan telah masuk ke dalam digitalisasiatau era industri 4.0. Alhasil berbagai kegiatan seperti pembibitan, pemupukan,panen hingga pengangkutan sudah dilakukan dengan sistem digital

Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) periode 2012 – 2020, Derom Bangunmenyatakan, dengan digitalisasi maka industri sawit bisa meningkatkanproduktivitas, bibit bermutu, operasional perkebunan, pengangkutan, proyeksi bisnis dan sebagainya.

“Digitalisai juga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menyesuaikan cara-cara new normal pada masa pandemi ini. Hingga kini di perkebunan tidak ada dilakukan lockdown karena mengikuti protokol kesehatan dengan baik,” kata Derom dalam Webinar, beberapa waktulalu.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Achmad Istamar Chief Executive OfficerEsri Inonesia menjelaskan, digitalisasi sektor perkebunan selain dapat meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit juga dapat memonitor tanaman, kandungannitrogen dan kadar tanah.

“Tidak hanya melakukan deteksi mengenai tanaman sehat dengan mengindentifikasi dari warnanya namun juga bisa menganalisa pertumbuhan tanaman dari waktu ke waktu,” ujar dia.

Kemudian dalam pengendalian penyakit tanaman menggunakan mesin dapatmengidentifikasi tanaman yang memiliki penyakit. “Kita bisa melihat pokok-pokok yang terdampak dari penyakit berdasarkan pola penyebaraanya dan ini membantu untuk penanganan penyebaran penyakit atau hama,” jelas dia.

Derom Bangun kembali menjelaskan, bahwa jika 70 persen dari luas areal perkebunansawit Indonesia yang 16,38 juta hektar menggunakan bibit sawit tersebut, maka totalproduksi CPO Indonesia bisa mencapai 100,9 juta ton per tahun.

Disisi lain, Cahyo Nugroho, Chief Industry Solution Officer Esri Indonesia, menambahkan, dengan digitalisasi geospasial maka sektor industri kelapa sawit bisamendapatkan informasi location intelligence. Disini industri bisa melakukan realtime tracking untuk analisa spatial atau advanced spatial analytic.

“Ini bisa dibuat secara visualisasi mobile app atau web based dan dilakukan denga realtime dan online. Selanjutnya kita bisa buat dengan machine learning yangmenyatukan beberapa aplikasi,” tukas dia pada energindo beberapa waktu lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed