oleh

Karen Agustiawan Minta Pihak ROC Dihadirkan Dalam Persidangan

Mantan Presiden Direktur PT Pertamina (Persero) Galaila Karen Kardinah Agustiawan meminta agar persidangan juga memeriksa pihak yang didakwakan mendapat keuntungan kebijakannya mengakuisisi Blok Baster Manta Gummy (BMG).

“Saya meminta pihak dari Roc Oil Company Ltd, Australia diperiksa dalam persidangan. Saya ingin Negara juga hadir dalam kasus ini dan minta ada hukum yang berkeadilan di negeri ini,” kata Karen pasca pembacaan sidang putusan sela  kepada media di Jakarta (21/2). Hal ini nantinya bisa mengungkapkan bahwa dalam dinamika bisnis hulu migas penuh resiko dan menepis ia memberi keuntungan sepihak bagi ROC .” Semua patners yang ada di situ juga mengetahui ini berisiko,” imbuhnya.

Senada, Soesilo Aribowo, pengacara Karen, menyayangkan tidak ada saksi dari ROC untuk diperiksa. “Ini sudah kami persoalkan dari awal karena katanya ada kerugian Negara tapi ROC pro yustisia tidak ada sama sekali. Ini menjadi pertanyaan besar,” ungkapnya.

Disisi lain, Karen mengungkapkan, dari fakta-fakta persidangan, due diligence itu sudah dilakukan. “Jadi, the loyd untuk tehno commercial, risk untuk teknis dan untuk aspek hukum. Juga seluruh pekerja Pertamina sudah melakukan yang optimal untuk perusahaan.Kedua, terungkap bahwa sebenarnya akuisisinya sudah ada persetujuan dari Dewan Komisaris Pertamina. Namun karena dinamika perusahaan dibawa keluar dari konteksnya.

Terakhir sebenarnya sudah ada laporan dari BPK dimana laporannya juga paling tinggi. Jaksa juga sudah menghadirkan saksi ahli Bapak Bono Jatmiko, saksi ahli dari pihak jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) dimana mengatakan, tidak ada kapasitas atau kompetensi untuk menghitung kerugian negara. “Beliau juga menyadur dari BAP dan saat menyadur tidak disumpah,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed