oleh

Keniscayaan Digitalisasi Hulu Migas (Bagian 3 – Tamat)

Keniscayaan Digitalisasi Hulu Migas (Bagian 3 – Tamat)

Integrated Operation Center (IOC) adalah sebuah sistem pengawasan kondisi operasi KKKS secara real time dilengkapi data-data operasional hulu migas yang semakin terintegrasi

Dari pantauan energindo saat berkunjung ke IOC (8/6) berada di salah satu ruangan kantor SKK Migas di lantai 29, Wisma Mulia, Jakarta. Pusat kendali sistem ini dilengkapi dengan 3 layar monitor besar dan diawaki oleh beberapa operator.

“Sejak diresmikan akhir tahun 2019, IOC telah dilengkapi dengan beragam modul mulai dashboard produksi, pemboran, proyek, pemeliharaan, kapal-kapal lifting dan HSE (Health, Security, and Environment). Dalam modul ini terdapat dashboard-dashboard utama beserta ribuan dashboard analisa turunannya yang dapat diakses secara mobile baik dari kantor maupun dari rumah, sepanjang tersedia akses internet, sehingga memudahkan dalam proses pengambilan pemantauan dan keputusan,” tutur Kepala UPP IDD (Indonesia Deepwater Development), M Arfan, kepada energindo di kesempatan yang sama.

Ditambahkannya, layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC mencakup; Sistem Operasi Terpadu (SOT) untuk Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring, Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

Saat ini, katanya, untuk sistem pelaporan harian operasi terpadu IOC telah terkoneksi dengan hampir seluruh KKKS produksi. Sedangkan untuk monitoring real time KKKS produksi saat ini IOC telah terhubung dengan dengan KKKS utama yang berkontribusi terhadap 80% produksi Nasional.

Terbukti sejak adanya IOC kecepatan mendapatkan informasi jauh lebih cepat. Sebagai contoh, melalui modul Plant Information Management System (PIMS) dimana bisa monitoring kondisi aktual dari proses produksi migas dapat diketahui saat itu juga, tanpa harus menunggu melalui media email dari KKKS yang terkadang harus memenuhi jenjang birokrasi pelaporan.

“Jadi pengecekan ke lapangan sekarang hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu saja. Misalnya apabila terdapat gangguan operasi produksi yang signifikan yang membutuhkan inspeksi langsung ke lapangan,” ujar Arfan.

Permudah dengan aplikasi

Selain desktop, IOC juga dilengkapi oleh aplikasi mobile. Dengan IOC mobile, akses terhadap data-data operasi menjadi lebih mudah dan fleksibel, sehingga dengan keterbatasan selama Pandemi COVID-19 ini, keberadaan IOC mobile sangat menunjang kegiatan monitoring operasi migas.

“Namun, ini hanya didisain dan diinstal untuk keperluan internal SKK Migas dalam melakukan tugas monitoring dan pengawasan ke KKKS,” tegasnya.

Kemudian, katanya, sejalan dengan era big data, IOC akan dikembangkan ke arah data analitik. Pengembangan fitur-fitur analitik baru, seperti warning system dan automatic reporting system  telah dimulai pada tahun ini.

“Dilanjutkan dengan pemanfaatan metoda data analitik untuk melakukan analisa data produksi bagi keperluan prediksi terhadap tren perencanaan produksi dan lifting kedepan. Termasuk untuk target 1 juta barrel minyak tahun 2030,” tukas Arfan.

News Feed