oleh

Lulusan Universitas Pertamina Dibekali Kecakapan Critical Thinking dan Creative Problem Solving

Jakarta, energindo — Dalam rangka mempersiapkan para lulusan menjadi sarjana plus yang memiliki fikiran cerdas, fleksibel, kooperatif, dan mampu bekerja secara profesional sehingga memiliki kecakapan untuk menjadi tenaga kerja yang berpendidikan dan terampil, Universitas Pertamina menghadirkan mata kuliah Critical Thinking dan Creative Problem Solving untukmengajarkan pemecahan masalah secara kritis dari berbagai perspektif sehingga dapat menghasilkan solusi yang kreatif.

Para lulusan juga telah menyelesaikan program magang di industri yang tentunya akan menambah pengetahuan dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Demikian ungkap Rektor Universitas Pertamina, Prof. Akhmaloka, Ph.D, dalam wawancara daring usai pelaksanaan kegiatan Wisuda ke-1 Universitas Pertamina Tahun Akademik 2019/2020, Rabu 29 Juli 2020.

Ditambahkannya, Universitas Pertamina akan senantiasa berkomitmen untuk terus mencetak sarjana plus yang akan berkontribusi bagi bangsa dan negara, khususnya di bidang bisnis dan teknologi energi yang menjadi kekhususan dari Universitas Pertamina.

Kembali pada kecakapan, Rektor juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada tantangan yang tidak akan bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan kemampuan akademik. Untuk itu, Kemampuan akademik perlu ditunjang dengan ketrampilan (skill) yang dibutuhkan dalam bekerja.

Laporan berjudul “The Future of Jobs” yang dipublikasi oleh World Economic Forum dengan melakukan survey ke 350 eksekutif di 9 industri di 15 negara ekonomi terbesar di dunia merumuskan The 10 Skills you Need to Thrive in the Fourth Industrial Revolution[1], 10 keterampilan yang dibutuhkan agar berhasil di era revolusi industri ke-4.

Sepuluh ketrampilan tersebut adalah pemecahan masalah yang rumit (complex problem solving), berpikir kritis(critical thinking), kreativitas, manajemen manusia, koordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi layanan, negosiasi, dan cognitive flexibility.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed