oleh

Noble Globetrotter I , Kapal Digital Pertama untuk Pengeboran Migas Laut Dalam

Jakarta, energindo — Namanya Noble Globetrotter I. Sebuah kapal dengan panjang 198 meter, lebar 32,24 meter, dan bobot mati sebesar 32.477 ton. Kapal yang dibuat tahun 2011 ini, adalah produksi dari Noble Corporation plc, sebuah perusahaan perkapalan berbasis di London, Inggris.

Bekerja sama dengan GE, Noble Globetrotter I dijadikan kapal pengeboran minyak dan gas (migas), laut dalam pertama di dunia yang menggunakan sistem digital. Digitalisasinya sendiri mencakup pengoperasian kapal sampai pada rig pengeboran.

Andy McKeran, General Manager GE Marine Solutions, menyatakan, kapal Noble Globetrotter I merupakan bukti bila Noble Drilling plc telah menjadi garda terdepan dalam digitalisasi industri perkapalan, khususnya sektor offshore minyak dan gas. Dengan sinergi kemitraan bersama GE, diharapkan membuka solusi terbaik untuk mendorong transformasi holistik operasi pengeboran, kecanggihan kontrol peralatan secara virtual real time, dan pemutakhiran analisis perangkat lunak dengan bantuan platform Predix.

“Tak terkecuali bagi sistem manajemen daya dan sistem posisi dinamisnya,” ujar Andy, seperti mengutip laman GEReports.

Senada, Bernie Wolford, V.P. Senior Operation, Noble Corp, menyatakan bila kapal Noble Globetrotter I adalah wujud nyata terintegrasinya solusi digital pada operasi pengeboran lepas pantai yang hasilnya meningkatkan kinerja eksplorasi. Puas akan hasilnya, Noble Corp akan kembali mendigitalisasi tiga kapal kapal pada 2018.

Solusi rig digital

Dalam catatan Wolford, rig drawworks pada kapal Noble Globetrotter I, telah menjadi andalan operasinya. Dengan kekuatan 6.000 horsepower yang ditopang dari enam mesin penggeraknya, rig drawworks mampu mengangkat beban dari kedalaman 10.000 kaki. Rig terbukti andal dan tak bermasalah selama jangka waktu lima tahun saja, tapi setelah itu, dua atau tiga mesin rig akan mengalami malfungsi tanpa peringatan dini.

“Dahulu kami memakai protokol primitif, untuk mengatasi malfungsi rig yang tiba-tiba. Seperti; kru mengabari ahli perbaikan mesin di daratan dengan telepon SLI (Sambungan Langsung Internasional) ketika ada gangguan,” kata Wolford. “Kemudian kru mencatat, mengikuti instruksinya dan menelepon kembali jika masih ada gangguan. Ini kerjaan yang tidak praktis.”

Tapi setelah ada digitalisasi, semua cerita rigmarole itu telah berlalu. Jika ada masalah, kru tak perlu menelepon lagi dengan SLI yang mahal serta mencatat semua instruksi. Kini mereka cukup melihat data virtual yang ada di dashboard. Dengan begitu, semua tim di darat dan laut bisa melihat update informasi. “Tim on-shore juga dapat berkolaborasi dengan kru rig di off-shore untuk merencanakan perbaikan sebelum terjadi malfungsi ,” ujarnya.

Dalam metodenya, digitalisasi rig menggunakan model data dari replika aset fisik digital atau dikenal sebagai digital twin. Peran digital twin sendiri untuk menganalisis dan mendeteksi secara canggih perilaku off-standard, kemudian memberikan peringatan dini kepada operator sebelum terjadi gangguan. Nantinya, model data diperoleh melalui sensor individual dan sistem kontrol yang dipasang pada kapal sebelum ditransmisikan secara realtime ke Pusat Kinerja & Keandalan Industri GE, untuk dianalisis secara prediktif.

Seiring tahapan waktu dan pembelajaran, digital twin terus meningkatkan kemampuan prediksinya akan kondisi dan pemeliharaan mesin. “Digital twin bisa terus menyerap informasi sehingga membantu kami menganalisis,” kata McKeran. “Digital twin juga memberi penjelasan baru pada efektivitas pemeliharaan sehingga membantu kami membuat pilihan eksplorasi di lautan dan juga meningkatkan efisiensi pengeboran.”

Sebagai antisipasi malfungsi, digital twin akan melaporkan status dan kondisi aset kepada tim ahli di daratan. Kemudian digital twin menerima berbagai data dan penugasan dari kantor di daratan dalam bentuk paket informasi khusus yang bisa dimunculkan pada layar virtual, baik di kapal atau gadget kru. Efeknya semakin sering digital twin menerima data yang efisien, maka akan semakin menguasai kondisi dan status peralatan juga lebih andal memperkirakan terjadinya malfungsi.

Mengomentari hal ini, Konsultan Teknik Perkapalan Offshore, Achmad Zakky Ridwan, menjelaskan bahwa edge processing ini adalah salah satu konsep AI (Artificial Intelegent) yang diterapkan pada maintenance system. Intinya adalah peralatan drilling, machinery, dan marine system dalam kapal sudah dilengkapi sensor, dataloger, dan sebagainya. Disamping itu, data yang didapat dari operasional harian akan kembali di-input ke sistem edge processing untuk proses analisis lebih lanjut.

“Hasil analisis bakal berupa informasi kondisi ter-update dari semua peralatan,” ujarnya. Keuntungannya, kondisi aktual kapal dan rig dapat dipantau secara akurat. “Selain itu, unexpected down time karena kerusakan juga dapat diminimalisir sehingga meningkatkan efisiensi dan uptime dari kapal dan rig,” katanya pada energindo, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ia mengakui saat ini sudah banyak maintenance system secara digital, namun terbatas pada database management saja. Untuk pengambilan data dan analisisnya juga masih manual sehingga terintegrasi dengan sistem peralatan atau sensor. Hal ini berbeda dengan edge processing yang terlihat lebih advance di kapal Noble Globetrotter I yang sistemnya bisa melakukan analisis sendiri terhadap data operasional.

Saya pikir jika mungkin Asset Intergrity Management System (AIMS) dilengkapi dengan data collector seperti UT probe yang ditempelkan di sistem perpipaan mungkin juga akan memberikan manfaat yang relatif sama,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menilai kapal Noble Globetrotter I cocok sekali buat eksplorasi laut dalam Indonesia karena kapal ini bisa membuat efisien aktivitas pengeboran dan juga menjawab tantangan alamnya.

Kapal canggih seperti ini, kata Ahmad, akan bisa membantu Indonesia mengeksploitasi 70% cadangan minyak dan gas bumi yang berada di laut. Dari total 128 basin di Indonesia, masih terdapat 71 basin berada di Kawasan Timur Indonesia dimana 43 basin belum pernah dilakukan pemboran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed