oleh

Pakai Software Landmark dari Halliburton, Tim Erfolgreich Desain Drilling Sumur Eksplorasi di Selat Makassar

Jakarta, energindo — Erfolgreich, tim mahasiswa asal Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina, membuat  desain drilling program yang aman dan efisien bagi eksplorasi migas laut dalam. Dengan menggunakan software yang dimiliki Halliburton yaitu Landmark, Erfolgreich  membuat desain sumur eksplorasi yang cocok dengan karakteristik unik.

“Kami melakukan analisa komprehensif dari segi engineering practice yang mencakup well trajectory, casing design, bit and rig selection, completion design, hingga production strategy,” ungkap Andi Magfirah, anggota tim, dalam keterangan pers yang diterima. (01/10)

“Kami juga menyusun simulasi proses pengeboran untuk jangka waktu satu tahun. Hasilnya, sumur eksplorasi tetap aman dan tahan untuk proses drilling dan produksi di area yang sulit,” imbuh Andi.

Ditambahkannya, untuk daerah eksplorasi yang dipilih adalah Selat Makassar. Menurutnya, wilayahnya itu cukup menantang karena cekungannya dalam dan eksplorasinya terbilang sulit. Namun, karakteristik cekungan yang unik, membuat tantangan eksplorasi migas semakin sulit.

Terlebih, Indonesia memangmemiliki sekitar 68 cekungan yang belum dieksplorasi dari total 128 cekungan yang ada serta sebagian besar, terletak di Indonesia bagian timur.

Dengan desain itu, tim Erfolgreich yang yang terdiri dari Andi Magfirah, Larasati Dina Putri, Stanly Hokky, Ester Anggreni Simanjutak, dan Daniel Van Vriezer. Akhirnya memenangkan juara pertama di ajang Smart Drilling Software Workshop and Competition (SDSWC) 2021 besutan Universitas Trisakti dan Halliburton.

“Gagasan yang membuat kami memenangkan perlombaan adalah konsep ‘complete picture in mind,” katanya.

Erfolgreich juga mendapat apresiasi dari para dewan juri, dan dianggap sebagai desain sumur eksplorasi terbaik untuk diaplikasikan di Indonesia bagian timur.

“Tim sangat optimis bahwa gagasan desain ini berpotensi meningkatkan rasio kesuksesan dalam proses eksplorasi cadangan migas di Indonesia. Sehingga kami berharap, gagasan ini tidak berhenti sampai di ajang perlombaan saja,” pungkas Andi.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed