oleh

Pengamat: Apa Begini Hitungan Pertamina Untung, Rakyat Buntung?

Jakarta, Energindo.co – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang wajar di SPBU per tanggal 1 Mei 2020 semestinya adalah sebagai berikut :
Premium : Rp. 4.300/ltr
Pertamax : Rp. 4.500/ltr
Minyak Solar : Rp. 4.850/ltr

Demikian diungkapkan oleh Direktur Eksekutif
Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman.

Harga tersebut, lanjut Yusri, dihitung berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 62K/12/MEN/2020 sesuai formula harga yang tercantum dalam dokumen KESDM dalam RDP dengan DPR Komisi VII pada 4 Mei 2020. “Harga BBM ditentukan oleh 2 parameter utama, yaitu rata-rata MOPS atau Argus Gasoline 92 dan rata-rata nila tukar rupiah dengan kurs tengah BI untuk periode 25 Maret – 24 April 2020,” kata Yusri dalam keterangan persnya, Sabtu (9/5/2020) di Jakarta.

Rata-rata MOPS Gasoline dan kurs nilai tukar untuk periode tersebut adalah sebagai berikut ;

MOPS Gasoline 92 = USD 22,33 / bbls7
Kurs Rp 15.157/USD.

Harga Gasoline Ron 92 atau Pertamax adalah sebagai berikut ;

MOPS/Argus (USD 22,33/bbls X Rp 15.157) : 159 + Rp 1800/ liter+ Rp 436,51 (margin 10 persen) = Rp 4.365 per liter.

Dibulatkan harga Pertamax di SPBU per 1 Mei 20 seharusnya Rp 4.500/ltr.

Faktanya Harga Pertamax di SPBU Rp 9000,-/liter atau USD 94.4 /bbls sama dengan 422 persen MOPS gasoline 92.

Harga Premium Ron 88

Bahan baku untuk Bensin Ron 88 yang dikenal sebagai BBM jenis Premium di SPBU, merupakan hasil percampuran Gasoline Ron 92 sebanyak 80 persen dengan Light Naptha ekses kilang sebanyak 20 persen, dan jika mengacu rata-rata MOPS harga Light Naptha USD 18 per barrel, maka harga keekonomian Premium Ron 88 di SPBU adalah sebesar Rp 4.300 per liter.

Saat ini Harga Premium Ron 88 Menurut Kepmen ESDM Nomor 83 K tahun 2020 adalah Rp 6.450/ltr.

Harga minyak solar

Harga Keekonomian Minyak Solar Rp 4.850 per liter.

Didasari perhitungan MOPS CN 48 USD 28,33 per barel dengan rata-rata kurs Rp15.157 per USD, maka didapat angka Rp 2700 ditambah Rp 1800 ditambah Rp 300 (margin 10 persen), maka harga minyak solar adalah Rp 4.850 per liter.

Sementara harga minyak Solar menurut Kepmen ESDM Nomor 83 K tahun 2020 adalah Rp 5.150/liter.

Menurut Yusri, untuk menghitung berapa nilai uang rakyat yang dinikmati secara melanggar aturan pemerintah oleh badan usaha (Pertamina, Shell, AKR, Total dan Vivo) adalah berdasarkan selisih harga patokan tersebut diatas dengan harga yang dijual sekarang di SPBU dikalikan volume terjual setiap harinya.

Semua orang, imbuh Yusri, boleh menghitung sendiri berdasarkan rumusan yang ada di Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEN/2020 tanggal 28 Febuari 2020.

Selisih nilai konstanta Rp 800 per liter antara konstanta Rp 1800 per liter menurut Kepmen 62 Tahun 2020, dengan nilai konstanta Rp 1000 per liter menurut Kepmen 187 K tahun 2019 untuk Gasoline Ron < 95. “Itulah yang harus dijelaskan oleh Kementerian ESDM apa dasarnya,” kata Yusri. Karena konstanta itu adalah penjumlahan alpha pengadaan, biaya penyimpanan, losses, biaya distribusi, dan pajak-pajak.

Mengapa dalam waktu singkat bisa berubah begitu besar nilai konstantanya? Padahal semua itu parameter yang tetap, kata Yusri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed