oleh

Pengolahan Pertamina Serius Garap Green Fuel

Jakarta, energindo.co– Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif menyatakan saat ini bagi Pertamina yang  tidak kalah penting adalah teknologi untuk memproduksi Green Fuel berbahan dasar renewable resources mengingat cadangan minyak mentah (crude oil) di dunia semakin menipis.

“Karena green fuel sedang menjadi primadona dan seluruh dunia sedang beriomba-lomba untuk bisa mewujudkannya,” katanya kepada energindo, belum lama ini di Jakarta.

Untuk itu, lanjutnya,  Pengolahan Pertamina punya rencana menjadikan kilang-kilang Pertamina berkelas dunia (world class refinery) dari berbagai sisi baik itu operational, quality dan terutama keselamatan kerja. “Selain itu kami a ingin agar Pertamina mulai mampu mengolah renewable resource sebagai cikal bakal ketahanan energi masa depan,” jelasnya.

Ditambahkannya, Pertamina Pengolahan ke depan secara general akan fokus kepada tiga hal utama : penambahan kapasitas kilang, peningkatan kualitas BBM dan produksi renewable fuel. Penambahan kapasitas dilakukan mengingat kebutuhan atau demand fuel secara domestik akan terus meningkat, sehingga Pertamina harus mampu menjawab permasalahan ini. “Sedangkan peningkatan kualitas dilakukan untuk memenuhi spesifikasi BBM menuju EURO IV dimana saat ini sedang dibuat project-project untuk mencapai hal tersebut,” kata Budi.

Khusus untuk produksi renewable fuel, program yang sedang dikembangkan oleh Direktorat Pengolahan Pertamina adalah roadmap untuk mampu memproduksi Green Fuel (baik itu Green Gasoline, Green Diesel maupun Green Avtur) berbahan dasar minyak kelapa sawit (CPO atau RBDPO). “Untuk mencapai hal ini Pertamina juga telah melakukan riset pengembangan katalis sehingga kita harus bangga karena katalis yang digunakan nantinya adalah katalis buatan anak negeri,” tandas Budi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed