oleh

PLTA Asahan 3 Ditargetkan Operasi Maret 2024

Medan, energindo– Di tengah kondisi pandemi, PLN tetap menggarap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 di Sumatera Utara. Ini merupakan salah satu wujud komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, M Ikhsan Asaad, menyatakan bahwa pembangkit listrik ini diupayakan beroperasi pada Maret 2024. Pembangunan PLTA ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 5 triliun.

“Proyek ini juga wujud nyata transformasi PLN melalui aspirasi Green, dengan terus meningkatkan bauran EBT, seiring dengan terus bertumbuhnya kebutuhan energi listrik,” ujar Ikhsan, Senin (14/6).

Dia menjelaskan, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3, maka akan terjadi efisiensi yang signifikan. Hal ini tentunya dapat menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik di Sumatera Utara serta meningkatkan pelayanan PLN kepada konsumen dengan penyediaan energi listrik yang lebih andal dan efisien.

Pembangunan proyek PLTA Asahan 3 dengan kapasitas 2×87 Mega Watt (MW) ini dimulai sejak tahun 2020 lalu. Proyek Strategis Nasional ini terletak pada dua Kabupaten, yakni Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, proyek ini tetap berjalan normal dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan Pemerintah.

“Pada bulan Februari 2021, sungai Asahan telah berhasil dialihkan ke river diversion channel, sehingga pembangunan bendung gerak (intake weir) dapat segera dilaksanakan. Sementara pada sisi hilir, pekerjaan ekskavasi rumah pembangkit bawah tanah (Powerhouse) yang dimulai sejak bulan Juni tahun 2020, telah dinyatakan selesai pada Mei 2021,” terang Ikhsan.

Power House merupakan bangunan utama tempat beroperasinya turbin dan generator dan berada di bawah tanah pada kedalaman lebih kurang 150 meter. Pekerjaan terowongan bawah tanah (tunnel) secara keseluruhan telah dicapai sepanjang 3,8 km dari total 7,8 km yang akan dikerjakan.

Menurutnya, kondisi geologis dan terbatasnya ruang bawah tanah di area Powerhouse, menjadi tantangan dalam proses pelaksanaan pekerjaan yang secara teknis harus diperhitungkan secara tepat dan matang, sehingga pekerjaan ini berhasil dilaksanakan secara aman tanpa adanya kecelakaan pada pekerja.

“Dengan selesainya proses eskavasi Powerhouse ini, maka salah satu tahap kritis pada pembangunan proyek PLTA Asahan 3 telah berhasil dilewati dan akan dilanjutkan ke tahap Pekerjaan Powerhouse selanjutnya, yang ditandai dengan peletakan batu utama dan beton pertama pada tanggal 10 Juni 2021,” ungkap Ikhsan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed