oleh

PLTP Muara Laboh Unit 1 Mulai COD

Jakarta, energindo -Pada Senin (16/12), PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), perusahaan patungan PT Supreme Energy, ENGIE dan Sumitomo Corp, mengumumkan mulai beroperasinya secara komersial (Commercial Operation Date/COD) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tahap-1 Muara Laboh yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Ini adalah PLTP Global pertama ENGIE di dunia. “Keberhasilan dalam mewujudkan proyek panasbumi Muara Laboh ini sejalan dengan ambisi Grup usaha kami untuk mempercepat transisi nol-karbon dunia dan pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan dengan kapasitas 9 GW di seluruh dunia pada tahun 2021,” kata President and CEO ENGIE Asia-Pasifik, Paul Maguire.

“Kami senang bahwa melalui proyek ini, kami berkontribusi pada target ambisius yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia.”

Sementara Country Manager ENGIE Indonesia, David Cullerier, mengatakan, “ENGIE bangga memiliki mitra yang sepaham dan berpengetahuan lokal seperti PT Supreme Energy, dan Sumitomo Corporation yang bergabung dengan kami dalam upaya menempatkan perusahaan Indonesia di jalan menuju keberlanjutan.”

“Kami yakin, keberhasilan kami di Muara Laboh akan membuka jalan bagi perkembangan baru di bidang angin, matahari, hidro dan biogas yang sejalan dengan tujuan Pemerintah Indonesia dan PLN untuk mengurangi emisi.”

PLTP Muara Laboh ini ikut berkontribusi terhadap target Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 31 persen pada tahun 2050.

Proyek pembangkit fase pertama ini menghasilkan energi listrik terbarukan dan bebas emisi sebesar 85 megawatt (MW). Besaran ini setara dengan konsumsi listrik bagi sekitar 340.000 rumah tangga Indonesia. Listrik tersebut dijual ke PT PLN (Persero) berdasarkan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement) selama 30 tahun.

Pembangkit listrik tersebut memiliki kapasitas 85 megawatt (MW) net. Selanjutnya, listrik akan dipasok ke jaringan listrik Sumatera milik PT PLN (Persero) yang dapat didistribusikan ke kurang lebih 340.000 rumah tangga.

PT Supreme Energy sudah memulai studi pendahuluan dalam proyek pengembangan PLTP Muara Laboh pada tahun 2008, dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement/PPA, pada tahun 2012 dan dilanjutkan dengan kegiatan eksplorasi. Total investasi untuk pengembangan tahap-1 ini mencapai US$ 580 juta.

Saat ini, PT Supreme Energy juga dalam tahap pembicaraan dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan Tahap-2 dengan kapasitas 65 MW. Pengembangan ini membutuhkan investasi US$ 400 juta dan akan segera dimulai setelah negoisasi PPA selesai.

“COD PLTP Muara Laboh Tahap-1 dan rencana pengembangan Tahap-2 merupakan bukti komitmen yang sangat kuat dari Supreme Energy dan mitra internasionalnya terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai sasaran bauran energi tahun 2025. Kami sangat menghargai atas dukungan yang kuat dan terus menerus dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan khususnya selama kegiatan eksplorasi dan pengembangan,” ujar Founder & Chairman PT Supreme Energy, Supramu Santosa.

Saat ini, PT Supreme Energy juga sedang membangun Proyek PLTP Rantau Dedap berkapasitas 90 MW di Sumatera Selatan. Proyek pengembangan yang digarap oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2020. Untuk menyelesaikan proyek ini, SERD akan berinvestasi sekitar US$ 700 juta.

Selain itu, melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB), PT Supreme Energy juga sedang mempersiapkan program eksplorasi untuk Wilayah Kerja Panas bumi Gunung Rajabasa yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Kegiatan eksplorasi akan dimulai segera setelah negoisasi perpanjangan PPA dengan PLN selesai.

SEML dan SERB adalah perusahaan patungan yang terdiri dari PT Supreme Energy, ENGIE dari Perancis dan Sumitomo Corp dari Jepang, sedangkan SERD adalah perusahaan patungan dari PT Supreme Energy, ENGIE, Marubeni Corp dari Jepang dan Tohoku Electric Power of Japan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed