oleh

POLRI Kawal Pembangunan Kilang dari Mafia Migas

Jakarta, energindo– Pembangunan kilang minyak adalah salah satu yang menjadi fokus dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun penyeleasaian proyek kilang-kilang ini disinyalir kerap “diganggu” oleh pihak-pihak yang menginginkan agar Indonesia terus menerus mengimpor BBM. Sebut saja mereka adalah mafia migas.

Menyadari hal ini, Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bakal mengawal pembangunan kilang milik Pertamina hingga selesai. Ini lantaran, kepolisian mencurigai adanya mafia migas dalam proyek tersebut.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pembangunan kilang Pertamina selama ini terhambat karena mafia migas.

“Jangan sampai ada mafia minyak yang bermain,” kata Sigit dikutip dari Antara pada Kamis (26/12). Oleh karena itu, mantan Kapolda Banten itu akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengawasi pembangunan proyek kilang. “Harus dikawal. Karena kalau tidak, proses pembangunannya pasti akan banyak gangguan,” katanya.

Hingga kini Pertamina tercatat mengembangkan lima proyek kilang yang berada di Cilacap, Balongan, Dumai, Balikpapan, dan Plaju. Selain itu, Pertamina melakukan berbagai terobosan untuk mengupayakan percepatan pembangunan kilang demi mewujudkan sejarah baru sebagai negara swasembada energi.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass RoofRefinery (GRR) yang sedang dijalankan Pertamina menjadi kunci dalam membangun tonggak sejarah baru tersebut, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan BBM dari kilang sendiri tanpa ketergantungan dengan impor.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyatakan proyek RDMP dan GRR akan meningkatkan kapasitas kilang untuk pengolahan minyak mentah menjadi dua kali lipat dari 1 juta barrel pada saat ini, menjadi 2 juta barrel. Dengan peningkatan
signifikan, maka seluruh kebutuhan BBM bisa dipenuhi oleh kilang sendiri.

“Pertamina melakukan sejumlah akselerasi agar proyek yang ditetapkan Presiden sebagai proyek strategis nasional ini, bisa segera terwujud. Inilah impian besar kita dalam membangun ketahanan dan sekaligus kemandirian energi,” terang Fajriyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed