oleh

Poltek Astra Selesaikan PLTS Atap 0,5 MW

Polteknik Astra menyelesaikan Konstruksi Panel Surya (Solar PhotovoltaicPV) yang diimplementasikan di atap (Rooftop).   

Pengerjaan proyek konstruksi Solar PV dimulai sejak 22 Februari 2022 bekerjasama dengan PT EPN mdan melibatkan dosen serta mahasiswa Politeknik Astra dari Program Studi Diploma 3

Pembuatan Peralatan Perkakas Produksi (“P4”), Teknologi Produksi dan Proses Manufaktur (“TPM”) serta Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (“TKBG”). Solar PV diimplementasi di atap Gedung Kampus utama dan Dormitory dengan total luas area implementasi 3.300 m3, dengan 832 panel terpasang akan berpotensi menghasilkan energi listrik hampir mencapai 0,5 Megawattpuncak atau tepatnya 449 Kilowattpuncak.


Dalam sambutannya Presiden Direktur EPN Chinthya Theresa memperkenalkan kiprah dan portofolio bisnis EPN dalam bidang Energi Baru dan Terbarukan (“EBT”) yang saat ini tengah menjalankan beberapa proyek konstruksi PLTS baik di Grup Astra.

PT EPN berterima kasih kepada Politeknik Astra yang telah menggandeng EPN sebagai partner pengembangan dan implementasi Solar PV. Sepanjang tahun 2022 EPN tengah menjalankan proyek konstruksi Solar PV di beberapa perusahaan Grup Astra yang jika ditotal kapasitasnya berpotensi menghasilkan sekitar 15 Megawattpuncak,” ujar Chinthya.

Menurut Chinthya, PT EPN akan terus mengembangakan berbagai energi baru terbarukan, selain solar PV akan juga mengembangankan minihidro, turbin angin dan sebagainya, dalam rangka mendukung target zero carbon di tahun 2060.

Dalam pengembangan ini PT EPN akan berkerjasama dengan
Politeknik Astra dalam penelitian dan pengembagan teknologi terkait renewable energy.

Direktur Politeknik Astra Tony Harley Silalahi dalam sambutannya menyampaikan bahwa konstruksi PLTS yang dilakukan bersama EPN dan melibatkan dosen dan mahasiswa Politeknik Astra sangat
berpotensi untuk membuka kolaborasi jangka panjang antara Dunia Industri dan Pendidikan Tingg
Vokasi dalam menghasilkan berbagai aktivitas pengembangan teknologi untuk Green Energy.

“Saya berharap Politeknik Astra mampu memberikan solusi aplikatif permasalahan yang dihadapi industri di bidang Green Energy khususnya PT EPN, seperti pengembangan dan pembuatan komponen instalasi PLTS bahakan sampai dengan pengembangan drone untuk proses operation dan maintenance PLTS. Ini baru kerjasama awal, di kemudian hari diharapkan semakin banyak kerjasama penelitian yang bisa dikembangkan, hal ini sejalan dengan peluang kerjasama yang disampaikan oleh Ibu Chinthya”, ucap Tony

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed