oleh

Produksi Lapangan Banyu Urip Raih 357 Juta Barel Minyak

Jakarta, energindo– Louise McKenzie, President ExxonMobil Indonesia, menyatakan, pada 30 November 2019 lalu, produksi kumulatif dari Lapangan Banyu Urip tercatat telah mencapai 357 juta barel minyak. Alhasil dari capaian itu dapat mengakselerasi pendapatan untuk Pemerintah Indonesia dan para mitra Blok Cepu dari produksi saat ini hingga akhir PSC. Hal ini merupakan bonus bagi para stakeholders.

“Lapangan Banyu Urip juga telah berhasil memenuhi komitmen cadangan terproduksikan dari Plan of Development (PoD) awal, dalam waktu kurang dari setengah periode Kontrak Kerja Sama,” jelasnya seperti mengutip keterangan pers yang diterima energindo (22/12).

Semua keberhasilan itu, lanjut Louise, berkat kemitraan yang kuat antara SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited dan para mitra di Blok Cepu yaitu Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu. Tak terkecuali juga dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah serta masyarakat sekitar kepada operasi Banyu Urip.

Kedepan, Louise mengaku pihaknya sudah mendapat persetujuan dari SKK Migas untuk meningkatkan cadangan dari POD awal 357 MBO lalu naik 450 MBO dan naik lagi menjadi 823 MBO.

“Kami telah merevisi jumlah cadangan Banyu Urip hingga 450 juta barel minyak pada saat pendanaan penuh (full funding), dan baru-baru ini telah meningkat lagi hingga 823 juta barel minyak. Ini berarti kami berharap bisa memenuhi lebih dari dua kali lipat komitmen volume PoD awal. Ini merupakan hasil yang hebat dari semua pemangku kepentingan,” jelasnya.

Ia berujar bahwa semua target dan langkah itu sesuai dari hasil kajian teknis yang berkelanjutan. Kinerjanya akan ditunjang oleh keunggulan dalam segi keselamatan, keandalan operasi, kajian teknis yang mendalam, manajemen reservoir yang baik, dan efisiensi biaya.

Asal tahu saja, Lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang dioperatori oleh ExxonMobil dengan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) memang telah menjadi salah satu andalan Pemerintah dalam mengejar target produksi minyak siap jual (lifting). Dalam sejarahnya, Proyek Banyu Urip merupakan pengembangan awal di bawah Wilayah Kontrak Cepu. Perkiraan awal cadangan minyak sebesar 729 juta barel yang diumumkan pada April 2001 yang kemudian PoD disetujui pada Juli 2006.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed