oleh

PYC Minta Pemerintah Ciptakan Harga Clean Energy yang Terjangkau

-EBT-37 views

Jakarta, Energindo.co – Pemerintah dinilai belum mendukung penuh pengembangan clean energy atau energi terbarukan. Salah satu indikatornya adalah selain patokan harga yang belum kompetitif juga iklim investasi yang tidak kondusif. Demikian diungkapkan Filda Yusgiantoro, Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) seusai acara diskusi pada Selasa (5/3/2019) di Jakarta.

Menurut Filda, implementasi kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT) masih penuh kendala. Diantaranya mengenai kebijakan harga. “Disparitas (harga) masih menjadi tantangan. Karenanya, kita mendesak pemerintah mampu memberi harga energi bisa terjangkau (affordable),” jelas Filda.

Diketahui, pemerintah telah berkomitmen dapat mencapai target energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.

Menurut Filda, kondisi alam Indonesia sebenarnya sangat mendukung untuk mengembangkan EBT. Sebut saja potensi geothermal dan energi surya. “Kedua sektor ini sangat cocok dikembangkan,” tandasnya.

Filda tidak menampik bahwa pengembangan EBT juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu, dia berharap pemerintah bisa menciptakan iklim kondusif agar EBT dapat menarik pebisnis. “Iklim investasi harus diciptakan pemerintah. Misalnya regulasi yang tidak rumit dan perijinan yang mudah,” tandasnya.

Sebagai catatan, pemerintah terus melakukan percepatan dalam mencapai target bauran energi pada tahun 2023 sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN). “Indonesia masih komitmen terhadap pencapaian EBT dalam bauran energi sebesar 23% pada 2025,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (Sofyan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed