oleh

SP PLN Terus Menjaga Keberlanjutan Perusahaan

SP PLN Terus Menjaga Keberlanjutan Perusahaan

Jakarta, energindo — Serikat Pekerja (SP) Perusahaan Listrik Negara menegaskan pihaknya berkomitmen terus memberikan eksistensi yang besar dan penting untuk melayani kebutuhan listrik di Indonesia.

Sekjen (SP) Pembangkitan Jawa Bali, Dewanto Wicaksono

Namun sayangnya, Sekjen (SP) Pembangkitan Jawa Bali, Dewanto Wicaksono, mengungkapkan, saat ini ada rencana privatisasi yang akan dilakukan pada perusahaan BUMN ini.

Hal ini, katanya, tentu saja akan mengganggu kinerja sustainabilitas atau keberlanjutan perusahaan yang selama ini terjadi.

“Akan mengganggu? Pasti. Mungkin tidak dalam jangka pendek. Karena ada peran swasta yang masuk dalam BUMN,” kata dia dalam diskusi virtual Rabu (15/9/2021).

Jika ada argumen bahwa presentasi peran swasta akan dibatasi, maka perlu dicermati dulu apakah ada jaminan bahwa ini akan tetap menjadi suara minoritas dalam kinerja PLN.

“Misalnya swasta hanya 10%. Bisa jadi beberapa kasus atau banyak kasus persentase 10% itu justru lebih berkuasa daripada 90% milik PLN,” jelasnya.

Alhasil dengan begitu privatisasi ini dikhawatirkan bisa menggerogoti PLN sebagai BUMN dengan kepemilikan dan kinerja yang besar menjadi kecil saja. Hal ini pun sudah terjadi seperti di Luar energi.

“Semoga ini tidak terulang dan terjadi di Negeri kita,” tegasnya.

Ketua SP PLN Abrar Ali

Sementara itu, Ketua SP PLN Abrar Ali mengatakan, pihak PLN sebenarnya sangat menjaga keberlanjutan dan kesinambungan perusahaan sebagaimana yang diwariskan dari para pendahulu-pendahulu.

“Insya Allah ini akan kita estafetkan ke generasi penerus kita. Saat ini, tugas PLN adalah menjaga sektor ketenagalistrikan ini termasuk dari privatisasi,” ungkapnya dalam acara yang sama.

Sebagai abdi Negara, pihaknya meyakini hal ini akan direspon baik oleh Bapak Presiden RI, Ir Joko Widodo.

Disisi lain, Dewanto berharap bahwa selama di Indonesia masih ada kebutuhan listrik maka PLN sebagai BUMN akan terus ada untuk melayani rakyat Indonesia.

“Selama listrik menjadi kebutuhan pokok di Indonesia maka PLN terus ada dan SP PLN juga terus ada,” tandas dia.

News Feed