oleh

Tiga Strategi Indika Energy Merealisasikan Target Keberlanjutan

Jakarta, energindo — PT Indika Energy Tbk. (Perseroan), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta menyatakan akan mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional, penguatan diversifikasi di sektor non-batubara, serta peningkatan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi fokus utama Perseroan.

Untuk itulah India Energy telah menetapkan Target Netral Karbon, Kinerja Keberlanjutan, dan Strategi Pencapaian
Indika Energy menetapkan target untuk meningkatkan 50% pendapatan dari sektor non-batubara pada
tahun 2025 dan mencapai netral karbon pada tahun 2050. Sepanjang tahun 2021, Indika Energy berhasil
mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca scope 1 sebesar 26,8% ke level 0,022 TonCO2eq/ ton produksi
batubara.

Untuk merealisasikan target keberlanjutannya, Indika Energy menerapkan tiga strategi utama:

1. Diversifikasi – Indika Energy melakukan diversifikasi dan investasi di sektor-sektor berkelanjutan
termasuk energi baru dan terbarukan, solusi berbasis alam, kendaraan listrik (EV) dan infrastruktur
EV;
2. Dekarbonisasi – Indika Energy meminimalkan jejak karbon dalam seluruh aktivitas operasional
Perseroan;
3. Divestasi – Indika Energy mengurangi eksposur terhadap bisnis karbon tinggi dalam portofolio
Perseroan.

Pengembangan Usaha dan Bisnis Rendah Karbon Indika Energy

Indika Energy mendirikan Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) yang merupakan perusahaan penyedia solusi tenaga surya terintegrasi di Indonesia. EMITS didirikan pada Maret 2021 melalui kemitraan Indika Energy bersama Fourth Partner Energy, pengembang solusi tenaga surya terdepan di India. Secara mayoritas, Fourth Partner Energy dimiliki oleh The Rise Fund, social impact fund terbesar di dunia. Pendirian EMITS ini merupakan wujud komitmen Indika Energy dalam mendiversifikasi portofolio bisnis, mencapai tujuan keberlanjutan, meningkatkan kinerja ESG, serta mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025.

Indika Energy juga mendirikan PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) pada April 2021. EMI bertujuan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV) yang komprehensif di Indonesia, dari hulu hingga ke hilir – termasuk industri penunjang EV seperti baterai listrik, battery exchange atau swap station.

Sementara itu, sejak 2018 lalu Indika Energy juga memiliki investasi di sektor tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan. Proyek Awak Mas ini memiliki potensi cadangan sebanyak 1,5 juta ons emas dan 2,4 juta ons sumber daya emas dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024.

Anak usaha lainnya, Interport Mandiri Utama, menawarkan solusi logistik bagi klien di berbagai industri. Saat ini, Interport tergabung dalam konsorsium yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai operator yang mengelola  Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed