oleh

Turbin “Harriet” Tiba di Proyek PLTGU Jawa-1

Jawa Barat, energindo– Satu dari dua gas turbin 9HA.02 tiba di Indonesia setelah dikirim langsung dari pabrik di Belfort, Prancis. Harriet, panggilan untuk turbin seri 9HA produksi GE ini, akan dipasang pada proyek pembangkit listrik bertenaga gas dengan turbin ganda (combined-cycle) di PLTGU Jawa-1, Karawang, Jawa Barat, Indonesia.

PLTGU ini merupakan pembangkit combined cycle single shaft block terbesar di ASEAN. Kedatangan turbin gas GE ini sesuai dengan target proyek Jawa Satu untuk memulai operasi komersial blok pertama pada akhir tahun 2021.

Proyek pembangkit listrik ini merupakan bagian dari inisiatif elektrifikasi pemerintah Indonesia sebesar 35 GW yang diharapkan bisa menambah 1.760 MW listrik ke jaringan nasional atau setara dengan pasokan listrik ke 11 juta rumah di Indonesia. GE bersama mitra konsorsium; Samsung CT Corporation dan PT Meindo Elang Indah mampu mencapai tonggak bersejarah ini meski ada banyak tantangan pada masa pandemi COVID-19. Proyek Jawa-1 menerapkan protokol dan prosedur ketat dan memastikan keamanan semua personel di lokasi.

“Kami sangat senang dan bangga atas kedatangan Gas Turbin 9HA.02 yang pertama untuk Proyek Jawa-1, serta dengan kemajuan progress konstruksi yang dicapai saat ini, meskipun banyak tantangan di tengah COVID-19. Hal ini tidak terlepas dari sinergi antara Jawa Satu Power dengan EPC yang dipimpin oleh GE,” kata Indra Trigha, Pelaksana Tugas Direktur Utama untuk Jawa Satu Power dalam siaran pers, (18/9).  

Indra menambahkan, kedatangan Gas Turbin ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia mulai menggunakan Gas Turbin paling efisien di dunia pada jaringan sistem listrik nasional. “GE berkomitmen untuk mendukung customer seperti PT Jawa Satu Power untuk melampaui semua tantangan,” ujar George Djohan, Country Leader, GE Gas Power.

George menjelaskan, meski ada tantangan dari COVID-19, GE memastikan kemajuan pada proyek Jawa Satu dengan eksekusi kelas dunia dalam bidang lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan kualitas. Sejak dimulainya konstruksi pada tahun 2018, GE telah mencapai 16 juta jam kerja tanpa lost time injury. “Hal tersebut merupakan bentuk upaya kami untuk memberikan progress yang signifikan dalam menghasilkan listrik yang lebih efisien, handal dan terjangkau bagi Indonesia,” kata George.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed