oleh

FSPPB Peduli Pandemi Covid-19, Sudah Salurkan Bantuan Senilai Rp700an Juta

Jakarta, energindo – Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar, membeberkan bahwa hingga saat ini para pekerja Pertamina yang tergabung dalam wadah organisasi tersebut sudah berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 730 juta untuk aksi peduli pandemi Covid-19.

“Sebenarnya uang yang terkumpul lebih dari Rp730 juta. Dana itu didapatkan bertahap dati 500 juta_an hingga naik 200 juta_an hanya dalam beberapa bulan, Dana tersebut, murni berasal dari sumbangan para pekerja Pertamina grup di seluruh Indonesia yang dikoordinasi oleh para pekerja,” tuturnya dalam diskusi virtual bersama awak media, Sabtu (23/5/2020).

Ditambahkannya, hampir seluruh dana sudah tersalurkan sebagai donasi bagi pihak yang sangat membutuhkan dan terdampak seperti para tenaga medis yang berjuang digaris depan, hingga para pekerja lepas di zona merah yang terdampak.

“Kalau tenaga medis kami salurkan langsung dalam bentuk alat Alat Pelindung Diri (APD) dan fasilitas cuci tangan portabel yang  lebih dari 200 unit telah kita pasang. Kami menyerahkannya langsung dengan mendatangi Rumah Sakit yang merawat pasien Covid-19,” katanya.

“Sedangkan untuk para pekerja lepas hingga awak media, kita salurkan bantuan masker, handsanitizer dan paket sembako. Semua aksi sosial kita lakukan dalam beberapa tahap,” imbuh Arie.

Arie berujar, pihaknya akan terus menggalang donasi sampai batas waktu yang beum bisa ditentukan.  Kedepan, bentuk bantuan tidak terfokus sekedar  pemberian materi saja, tapi akan dibuat program  pelatihan keterampilan agar bisa menopang ekonomi masyarakat terdampak.

Dukung Kinerja Perusahaan

Dalam masa pandemi ini, FSPPB mengaku juga berkomitmen mendukung kinerja perusahaan untuk menjaga ketersediaan energi dari BBM sampai elpiji bagi masyarakat. FSPPB menjamin bahwa pekerja Pertamina sebagai ujung tombak dari penyediaan energi nasional tetap akan bekerja sepenuhnya demi terjaganya pasokan energi bagi negeri, termasuk dengan bekerja dengan serius dari rumah alias Work From Home. 

“Ini harus dilakukan demi tetap berjalannya aktivitas ekonomi sehingga dampaknya tidak semakin memperburuk keadaan,”

Dikatakan Arie, pandemi korona yang terjadi saat ini memang sangat mempengaruhi kinerja Pertamina. Diperkirakan pendapatan Pertamina turun karena permintaan pasar atas produk Pertamina melemah hingga 40 persen.

“Kebutuhan pasar anjlok sehingga Pertamina banyak menanggung beban storage dan pendapatan menurun. Bahkan Pertamina terkena triple shock, yang pertama harga crude jatuh, nilai tukar rupiah melemah sebagai dampak dari tidak stabilnya ekonomi global dan juga penurunan pendapatan,” jelas  Arie.

Terkait konsep new normal yang digaungkan Pemerintah, Arie melihat harus tetap ada hal prinsip yang tetap wajib diperhatikan manajemen jika ingin menerapkan new normal. Yakni jaminan keselamatan dan kesehatan (HSE) selama bekerja merupakan harga mati.

 “Tentunya dengan pekerjaan yang harus menjamin bahwa pekerja ini terlindungi walaupun harus menjalankan new normal,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed