oleh

Waspada, Obvitnas Bisa Jadi Target Serangan Siber

Jakarta, energindo -Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim mengatakan, serangan sistem objek vital hingga infrastruktur kritis terus meningkat menyebabkan kerusakan nyata, jika dalam IT pengamanan yang dilakukan berupa security sedangkan dalam OT lebih pada safety.

“Serangan siber terhadap objek vital atau dikenal dengan istilah Operational Technology (OT) Security tidak bisa dianggap remeh. Ini bisa saja targetnya Obvitnas (Objek Vital Nasional),” katanya dalam keterangan pers (21/12).

Pasalnya, lanjut dia, saat ini banyak serangan terhadap objek vital seperti pembangkit listrik, ladang migas, kilang minyak, petrokimia, operasi tambang emas hingga infrastruktur lain seperti transportasi dan logistik.

Menurut dia tidak hanya sistem objek vital baru yang diincar tapi juga infrastruktur lama sebab itu pemerintah disarankan perlunya meningkatkan keamanan pada objek vital nasional sebab hubungan langsung dengan pasokan energi bagi masyarakat.

Tiga tahun lalu malware tritis atau triton dibuat untuk merusak sistem keselamatan operasi migas, dan tahun ini muncul snake ransomware secara khusus menargetkan sistem ICS. “Tidak hanya itu, ancaman pun juga semakin canggih di tengah transformasi digital dengan cara membuat malware yang sangat kompleks dengan menyusup ke Teknologi Informasi,” ujar dia.

Ia mengatakan bahwa tidak ada yang menjamin pertahanan objek vital bakal ditembus penjahat siber namun demikian perlu strategi pertahanan yang efektif untuk menangkal serangan kejatahan siber agar tidak menganggu objek vital nasional. Oleh sebab itu, perlu sistem keamanan yang canggih agar IT dan OT tahan terhadap gempuran siber, Fortinet Security Fabric merupakan contoh yang baik karena memiliki ekosistem multivendor terbuka yang dirancang untuk memberikan manfaat postur keamanan holistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed